Pernyataan itu pun memicu beragam respons publik yang mempertanyakan sejauh mana keterlibatan pimpinan ponpes dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Perumda TRS ungkap penyebab air mengecil saat kemarau, warga diminta aktif melapor kebocoran
Kuasa hukum tempuh jalur praperadilan
Menanggapi penetapan tersangka, pihak kuasa hukum dari LBH Nahdlatul Wathan memastikan akan menempuh jalur hukum melalui praperadilan.
Kuasa hukum AMR, Muhammad Ikhwan, menyatakan langkah ini dilakukan untuk menguji keabsahan penetapan tersangka oleh penyidik.
“Kami akan mengajukan praperadilan untuk menguji apakah penetapan tersangka ini sudah sesuai prosedur,” kata Ikhwan.
Ia juga menilai tidak terdapat unsur kesengajaan dari kliennya dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: DPRD Subang soroti keterbatasan fiskal, fraksi dorong strategi inovatif di KUA-PPAS 2027
Menurutnya, insiden yang menyebabkan satu santri meninggal dunia itu merupakan musibah yang tidak diinginkan.
Penanganan kasus masih berjalan
Hingga saat ini, proses hukum kasus pembakaran santri di Ponpes Al-Ibrahimy NW masih terus berjalan.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan lanjutan terkait kemungkinan adanya tersangka lain maupun perkembangan terbaru dari hasil penyidikan.
Kasus ini pun terus menjadi perhatian publik, terutama terkait aspek tanggung jawab dan perlindungan terhadap santri di lingkungan pendidikan berbasis asrama.***
Artikel Terkait
Viral detik-detik penangkapan oknum kiai di Ponorogo, diduga cabuli belasan santri laki-laki
Babak baru kasus pembakaran 3 santri di Lombok Tengah, polisi segera tetapkan tersangka
Diundang podcast Denny Sumargo, keluarga santri korban pembakaran di Lombok Tengah dicegat polisi di Bandara
Kasus pembakaran santri di Lombok Tengah, Hotman Paris geram timnya dilarang bertemu korban
Skandal dugaan pembakaran santri di Lombok kian disorot, usai dibongkar Denny Sumargo kini Hotman Paris ikut bersuara
Izin berlapis saat akan menemui santri korban pembakaran, pengacara: Jujur merasa ada kejanggalan
Rieke Diah Pitaloka soroti Wabup Lombok Tengah yang menjenguk tersangka pembakaran santri