Tiga kasus dalam tiga bulan
Kasus wafatnya dr. Adrian menambah daftar panjang peristiwa serupa dalam kurun waktu tiga bulan terakhir yang turut menyita perhatian publik.
Pada Juli 2026, dr. Adrian Rantung ditemukan meninggal dunia di Manado dengan dugaan tekanan pendidikan dan perundungan.
Sebelumnya pada Juni 2026, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha, dokter muda yang bertugas di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, juga meninggal dunia.
Ia diduga mengalami depresi akibat tekanan kerja dan intimidasi saat bertugas di fasilitas kesehatan.
Sementara pada Mei 2026, dr. Myta Aprilia Azmy, dokter internship di RSUD KH Daud Arif, Jambi, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kelelahan ekstrem.
Ia disebut menjalani tugas tanpa libur selama tiga bulan dengan tekanan kerja yang tinggi.
Jadi sorotan evaluasi sistem
Rangkaian kasus ini kembali membuka diskusi luas mengenai kondisi pendidikan kedokteran di Indonesia. Selain faktor beban kerja, relasi antara senior dan junior juga menjadi perhatian serius.
Publik menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dan budaya kerja di lingkungan medis agar lebih manusiawi dan sehat.
Kasus-kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk melakukan pembenahan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.***
Artikel Terkait
Kronologi skandal dokter PPDS UI intip mahasiswi mandi: Sempat panjat plafon, rekam korban lewat lubang angin
Pengakuan tersangka dokter PPDS UI yang diduga rekam mahasiswi mandi: Khilaf, ada lubang angin di kosan korban
Skandal perundungan dr Aulia Risma: Terdakwa Zara mengaku ditekan senior di PPDS Anestesi Undip
Hakim sindir saksi kasus perundungan PPDS Undip: Tugas senior kalian yang kerjakan, itu bukan perundungan?
Dokter PPDS anestesi Unsrat meninggal dunia, ditemukan tak bernyawa di kamar kos usai absen saat jadwal jaga
Dugaan perundungan PPDS Anestesi, Kemenkes hentikan sementara program di RSUP Kandou
Kabar wafatnya dr. Adrian Rantung picu sorotan di medsos, akankah penyebab kematian dokter PPDS Manado itu diusut tuntas?