Viral ucapan Ketua KBIHU Jabar sebut jemaah haji lansia merepotkan orang lain, warganet soroti antrean tahunan ibadah haji

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 8 Juli 2026 | 06:15 WIB
Ketua KBIHU Jawa Barat jadi sorotan usai menyebut jemaah haji lansia merepotkan jemaah lain (YouTube/TV Parlemen)
Ketua KBIHU Jawa Barat jadi sorotan usai menyebut jemaah haji lansia merepotkan jemaah lain (YouTube/TV Parlemen)

GENMILENIAL.ID – Pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (DPW FK KBIHU) Jawa Barat, Syatori, menjadi sorotan publik usai viral di media sosial.

Ucapan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta pada Senin, 6 Juli 2026.

Dalam forum itu, Syatori menyinggung soal jemaah haji lanjut usia (lansia) yang dinilai memiliki keterbatasan saat menjalankan ibadah.

Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan karena dianggap sensitif dan menyinggung kelompok tertentu.

Baca Juga: Pilu ibu di Garut ceritakan aksi bejat suami ke anak tiri lewat medsos: Diperkosa sejak kelas 5 SD

Sebut jemaah lansia 'merepotkan'

Dalam rapat tersebut, Syatori mengusulkan adanya batasan usia bagi calon jemaah haji maupun umrah, serta penegasan aspek istitha’ah atau kemampuan fisik.

Ia menilai, kondisi jemaah lansia sering kali membutuhkan bantuan tambahan selama proses ibadah haji berlangsung.

“Kalau bisa ada batasan umur dan istitha’ah benar-benar dilakukan, sebab lansia itu pelaksanaan hajinya repot dan merepotkan orang lain,” ujarnya.

Pernyataan ini kemudian viral setelah potongan videonya beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Dokter PPDS anestesi Unsrat meninggal dunia, ditemukan tak bernyawa di kamar kos usai absen saat jadwal jaga

Disemprot anggota DPR saat rapat

Ucapan tersebut langsung mendapat respons dari anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas J. Rumambi.

Ia menegur Syatori dan meminta agar pernyataan tersebut dicabut karena dinilai tidak pantas, terlebih disampaikan dalam forum resmi yang disiarkan secara langsung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X