Minta maaf atas polemik yang muncul
Meski menegaskan bahwa lagu tersebut bersifat personal, Om Zein mengakui bahwa penafsiran publik bisa berbeda-beda.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang terjadi dan ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian masyarakat.
“Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi klarifikasi resmi atas kontroversi yang sempat viral di media sosial.
Sentilan keras dari Atalia Praratya
Sebelumnya, anggota DPR RI Komisi VII, Atalia Praratya turut menyoroti lagu tersebut. Ia mengaku geram karena liriknya dinilai merendahkan perempuan.
“Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?” tulis Atalia melalui akun Instagram @ataliapr, dikutip Kamis 2 Juli 2026.
Ia juga mempertanyakan makna lagu tersebut dan mengaku tidak menemukan ruang interpretasi yang menghormati perempuan.
“Jujur saya tidak habis pikir, se-positif apapun saya memaknai lagu ini. Saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan,” ujarnya.***
Artikel Terkait
39 Pelajar Purwakarta dipulangkan dari barak militer, orang tua: Anak saya berubah
Bupati Purwakarta resmi berlakukan jam malam pelajar, tegaskan beda dengan pendidikan barak militer
Momen Dedi Mulyadi curhat ke Gubernur Malut Sherly Tjoanda, ungkap konflik semasa jadi Bupati Purwakarta
Diduga tolak ‘jatah’ Rp100 ribu, tuan rumah hajatan di Purwakarta tewas dikeroyok
Viral siswa SMAN 1 Purwakarta acungkan jari tengah ke guru, Dedi Mulyadi sarankan hukuman bersih-bersih sekolah
Guru SMAN 1 Purwakarta disoraki siswa, Bu Atun pilih memaafkan: Saya sedih tapi ingin mereka berubah
Polres Subang sabet IKPA Terbaik I di KPPN Purwakarta Award 2026, bukti tata kelola anggaran kinclong