Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung, dr Fitra Hergyana, menyebut kondisi korban mulai membaik.
“Secara fisik sudah menunjukkan perbaikan, kondisi psikis juga mulai stabil, sudah bisa berkomunikasi, makan, dan duduk,” ujarnya.
Tim medis yang menangani terdiri dari berbagai spesialis, seperti bedah plastik, dokter mata, hingga dokter gizi, guna mempercepat pemulihan korban secara menyeluruh.
Baca Juga: 4 Fakta ihwal skandal penjualan anak di Tangerang, sang ibu diduga sempat tetapkan mahar Rp14 juta
Sementara itu, data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menunjukkan bahwa satu dari sepuluh perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan selama hidupnya.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan dampak serius kekerasan dalam hubungan, baik secara fisik maupun psikologis.***
Artikel Terkait
Di balik kasus penyiksaan seorang wanita di Bandung, ada kakak yang merasa janggal saat adiknya tak kunjung pulang
Sebelum jadi korban aniaya, YTR sempat ditemukan menangis di tempat kerja karena cemaskan harta yang dibawa kabur pacarnya
Jadi korban salah sasaran, warga Soreang mengaku sempat dikira pelaku penyekapan dan penyiksaan di Bandung
Muncul dugaan korban lain Taufik Hidayat, polisi ungkap belum ada laporan baru
Temperamental sejak lama, ayah Taufik Hidayat mengaku pernah dipukul pakai kayu gara-gara tak ada lauk
Sayembara berakhir usai penangkapan Taufik Hidayat, uang Rp250 juta akan diberikan untuk korban YTR
Ada tim dokter khusus untuk tangani pemulihan YTR, dari bedah plastik hingga gizi