Sebelumnya, kendaraan tersebut telah menyelesaikan proses pembongkaran solar subsidi di SPBU Genteng Wetan.
Truk itu kemudian dijadwalkan melanjutkan distribusi Pertalite ke SPBU lain di wilayah Genteng.
Baca Juga: Menyoroti pembantaran penahanan Yaqut, sang istri ungkap sudah sesuai rekomendasi medis
Namun, sebelum meninggalkan lokasi, kendaraan tersebut diamankan oleh aparat untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak SPBU mengaku tidak terlibat
SPBU Genteng Wetan sendiri diketahui berada di bawah kepemilikan Mahayasa Group dan beroperasi melalui perusahaan yang terdaftar sebagai PT Mitra.
Perwakilan SPBU, Sudarmoko, menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya dugaan pelanggaran dalam distribusi BBM tersebut.
“Kami ini hanya ketempatan. Tangki itu sudah selesai dropping solar di sini,” ujarnya.
Baca Juga: Sayembara berakhir usai penangkapan Taufik Hidayat, uang Rp250 juta akan diberikan untuk korban YTR
Ia menjelaskan bahwa truk tersebut sebenarnya hendak melanjutkan distribusi ke SPBU lain sebelum akhirnya diamankan aparat saat hendak keluar dari lokasi.
“Ditahan di sini karena masih dalam penyelidikan,” tambahnya.
Dugaan penyelewengan masih diselidiki
Sejauh ini, dugaan penyaluran BBM ilegal diduga melibatkan oknum pengemudi truk tangki. Namun, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait detail pelanggaran yang terjadi.
Akibat proses penyelidikan yang masih berlangsung, operasional penjualan solar di SPBU tersebut terpaksa dihentikan sementara.
Artikel Terkait
Sengketa tanah Rp3,3 miliar Mat Solar rampung! ini waktu pencairan uangnya ke keluarga
Penantian bertahun-tahun terbayar sudah, keluarga Mat Solar akhirnya terima uang Rp3,3 miliar dari sengketa tanah
Sengketa tanah Mat Solar berakhir, keluarga Muh Idris yang sepakat damai dapat bagian Rp1,1 miliar
Jejak penyelundupan BBM subsidi di Babel: Dari 42 ton solar ilegal hingga kasus 5.000 liter di Pangkalpinang
DPR ungkap bobroknya distribusi solar subsidi: Mobil mewah ikut isi, barcode digandakan, hingga pelangsiran terstruktur
Harga BBM nonsubsidi naik lagi per 4 Mei 2026, Pertamina Dex tembus Rp27.900 per liter
Di balik wacana peluncuran BBM B50, ada hasil uji coba ESDM yang pernah disebut bikin filter kendaraan cepat rusak