Jika pada April 2026 sebagian unit masih berada di area samping gudang produsen Emmo Electric Mobility, kini jumlahnya disebut meluber hingga ke halaman depan atau area luar gudang.
Selain itu, terlihat pula sebuah truk kontainer berlabel PT Yasa Artha Tunggal (YAT) yang terparkir di sekitar lokasi.
Meski demikian, aktivitas di area tersebut tampak minim, tanpa adanya pergerakan distribusi maupun pekerja yang terlihat.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola gudang terkait status penyimpanan maupun rencana distribusi motor listrik tersebut untuk operasional SPPG.
Pernyataan lama kini disorot kembali
Sorotan publik semakin menguat setelah pernyataan lama Dadan Hindayana kembali mencuat.
Baca Juga: Pertemuan Menkeu dan Gubernur BI di DPR, pemerintah pastikan tak ada pergantian jabatan
Saat masih menjabat sebagai Kepala BGN, ia sempat menyebut bahwa pengadaan motor listrik dilakukan dengan harga di bawah pasaran.
“Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran,” ujar Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada April 2026.
Kala itu, Dadan juga menegaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut merupakan bagian dari alokasi anggaran BGN tahun 2025 guna mendukung operasional program MBG.
Namun, pernyataan tersebut kini menjadi perhatian publik setelah penyidik menemukan indikasi dugaan mark up dalam proyek pengadaan kendaraan tersebut.
Baca Juga: Tangis haru player escort di GBK, perjuangan bocah asal Manado jadi sorotan
Nasib motor listrik masih dipertanyakan
Dengan bergulirnya kasus hukum yang menjerat para mantan pimpinan BGN, nasib ribuan motor listrik SPPG kini menjadi tanda tanya.
Artikel Terkait
Viral video kepala BGN main golf di tengah bencana Sumatera, Dadan Hindayana beri klarifikasi
Heboh penggeledahan kantor BGN oleh Kejagung, diduga soal kasus tata kelola di era kepemimpinan Dadan Hindayana
Deret kontroversi Dadan Hindayana selama jadi kepala BGN usai kini ditetapkan jadi tersangka korupsi
Nasib Dadan Hindayana berubah drastis dalam 3 hari: Baru pulang haji, jabatan dicopot, lalu jadi tersangka korupsi
Viral vendor roti bongkar kelakuan SPPG di Kota Serang, minta manipulasi harga di nota anggaran MBG
MBG disebut bakal diurus kantin sekolah, mirip pembagian makan siswa yang diterapkan Jepang?
Pernah dibela Dadan Hindayana, ini sosok anak pejabat DPRD Sulsel yang diduga monopoli kepemilikan 41 dapur MBG