Pernah dibela Dadan Hindayana, ini sosok anak pejabat DPRD Sulsel yang diduga monopoli kepemilikan 41 dapur MBG

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 7 Juni 2026 | 16:59 WIB
Menyoroti sosok anak pejabat DPRD Sulsel, Yasika Aulia terkait dugaan monopoli kepemilikan 41 Dapur MBG usai penangkapan Dadan Hindayana (Instagram.com/@makassar.iinfo - Dok. BGN)
Menyoroti sosok anak pejabat DPRD Sulsel, Yasika Aulia terkait dugaan monopoli kepemilikan 41 Dapur MBG usai penangkapan Dadan Hindayana (Instagram.com/@makassar.iinfo - Dok. BGN)

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap aspek legalitas, termasuk izin operasional dari puluhan dapur yang dikelola yayasan tersebut.

Baca Juga: Pertemuan Menkeu dan Gubernur BI di DPR, pemerintah pastikan tak ada pergantian jabatan

Pernyataan lama Dadan Hindayana

Sorotan terhadap Yasika Aulia bukan kali pertama muncul. Pada 2025 lalu, Dadan Hindayana sempat memberikan pernyataan yang membela kepemilikan puluhan dapur MBG oleh Yasika Group.

Saat itu, Dadan menilai pembangunan dapur MBG yang tidak menggunakan anggaran negara merupakan bentuk investasi dalam mendukung program pemerintah.

“Itu kan bukan uang negara, itu investasi. Jadi siapapun yang mampu membangun, dipersilakan,” ujar Dadan di kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta, pada 19 November 2025.

Ia juga menilai keberadaan mitra seperti Yasika Group justru membantu percepatan pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Baca Juga: Tangis haru player escort di GBK, perjuangan bocah asal Manado jadi sorotan

Bertolak belakang dengan kebijakan

Di sisi lain, kepemilikan 41 dapur MBG oleh satu yayasan dinilai bertolak belakang dengan kebijakan BGN yang sebelumnya membatasi jumlah kepemilikan.

Dalam aturan tersebut, satu yayasan disebut hanya diperbolehkan memiliki maksimal 10 unit dapur MBG di satu wilayah provinsi.

Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan munculnya desakan audit dari berbagai pihak.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan pelanggaran tersebut.

Baca Juga: Kasus WNI tewas di Jepang, pelaku akui sengaja lakukan penusukan

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman seiring dengan proses hukum yang berjalan terhadap kasus utama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X