Baca Juga: Angka kemiskinan Subang 9,23 persen, penerima PKH capai 55 ribu keluarga
Modus ini diduga bertujuan untuk memperoleh travel grant, yaitu bantuan dana untuk menanggung biaya perjalanan dalam menghadiri konferensi ilmiah di luar negeri.
Lembaga fiktif hingga klarifikasi
Mandhara juga menyoroti penggunaan nama lembaga dalam artikel ilmiah yang dibawa para terduga.
Selain mencantumkan Universitas Negeri Yogyakarta yang merupakan institusi resmi, terdapat pula nama AI-BioMedicine Research Group dan IMCDS-BioMed Research Foundation yang diduga fiktif.
Menurutnya, penggunaan lembaga tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mendapatkan pendanaan perjalanan secara gratis.
Menanggapi tudingan yang beredar, Rifaldy Fajar akhirnya angkat bicara. Ia menyatakan bahwa pihaknya tengah menyusun klarifikasi secara menyeluruh sebelum disampaikan ke publik.
Rifaldy juga menyayangkan belum adanya upaya klarifikasi langsung kepada pihaknya sebelum isu tersebut viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar belum tentu sepenuhnya sesuai dengan fakta.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai dugaan kasus pemalsuan riset tersebut.***
Artikel Terkait
Bagaimana awal mula energi listrik ditemukan? simak ulasanya dari penelitian ilmiah hingga penerapan global
Bercermin dari gempa 6,4 SR di Gorontalo, penelitian geologi ini jadi pengingat penduduk setempat untuk tingkatkan kewaspadaan
Ilmuwan ungkap tanah longsor berpotensi terjadi usai kebakaran Los Angeles, ancaman baru untuk rumah yang selamat dari kobaran api
Rekam jejak Menteri Satryo yang didemo anak buahnya hingga dituding arogan: Lahir di Belanda hingga dikenal sebagai ilmuwan di Kampus ITB
Ilmuwan bersiap umumkan jam kiamat yang lebih dekat dengan bumi, imbas kerusuhan hingga genosida
Ilmuwan ungkap iklim bulan Januari mencapai rekor, singgung soal adanya tanda kerusakan bumi
Polisi Makkah tangkap 3 WNI, diduga tawarkan haji ilegal dan edarkan kartu palsu