Pengakuan mantan pengikut kiai di Pati: Doktrin hingga dugaan praktik menyimpang pada santri terungkap

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 3 Mei 2026 | 16:33 WIB
Massa datangi Ponpes di Pati usai oknum kiai diduga lakukan pencabulan pada santriwatinya (Instagram/ekosuswanto_mbahto)
Massa datangi Ponpes di Pati usai oknum kiai diduga lakukan pencabulan pada santriwatinya (Instagram/ekosuswanto_mbahto)

“Tak terhitung mas. Tenaga aja pas bangun musala itu siang dan malam terus-terusan. Itu banyak yang seperti itu,” sambungnya.

Baca Juga: Ancaman alih fungsi mangrove Pondok Bali disorot, Bupati Subang tegaskan stop perusakan ekosistem

Ia juga menyebut pernah menjual tanah pada 2009 dan menyerahkan uang sebesar Rp9 juta kepada pelaku.

Dugaan doktrin dan perlakuan terhadap santri

Selain soal materi, Shofi juga mengungkap adanya dugaan doktrin yang membuat para pengikut menuruti perintah pelaku.

Ia mengaku sempat menganggap oknum kiai tersebut sebagai sosok istimewa.

“Saya anggap dia itu Wali Allah, dia tau semuanya. Mbah saya akan meninggal sampai jamnya dia tahu. Adik saya akan melahirkan jam 11 malam suruh telepon, dia ngasih tau jam dan nama,” jelasnya.

Baca Juga: Sorotan wafatnya dr. Myta Aprilia Azmy, alumni FK Unsri ungkap dugaan beban kerja hingga perundungan

Shofi juga membeberkan dugaan perilaku pelaku terhadap santri, termasuk kebiasaan mencium bagian wajah hingga bibir.

“Pelaku menyimpang ya paling salaman itu tadi. Istri saya juga begitu, dicium pipi kanan-kiri, jidat, dan bibir. Banyak santri yang dibegitukan, hampir semuanya,” terangnya.

Ia menambahkan, perilaku tersebut kerap didiamkan karena pelaku dianggap memiliki kemampuan khusus oleh para pengikutnya.

“Doktrinnya itu, dunia dan seisinya itu nur Kanjeng Nabi. Itu benar, tapi terus ditandai dirinya sendiri, dibilang dunia ini halal untuk Nabi dan keturunan Nabi,” ujarnya.

Baca Juga: ICCN Jakarta jajaki kerja sama dengan UNESA, fokus penguatan SDM industri kreatif

Selain itu, Shofi juga mengaku pernah melihat pelaku merangkul santri saat berada di lingkungan pondok.

Kasus pencabulan masih didalami

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X