Menanggapi hal itu, Dasco menyebut bahwa perubahan status tersebut masih dalam tahap simulasi dan belum diputuskan.
“Nah, tadi pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra, itu masih disimulasikan,” kata Dasco.
Ia memastikan bahwa organisasi pengemudi ojol akan dilibatkan dalam proses pembahasan ke depan.
“Nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembug,” jelasnya.
Dasco juga menambahkan bahwa pemerintah melalui Danantara telah masuk ke dalam perusahaan aplikator dengan mengambil bagian saham, sehingga memiliki ruang untuk mempengaruhi kebijakan secara langsung.
Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem kerja yang lebih adil bagi pengemudi ojol sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem industri transportasi digital di Indonesia.***
Artikel Terkait
Dari kepedulian, hadir perlindungan: RS Hamori gratiskan BPJS Ketenagakerjaan untuk 1.000 ojol dan petani di Subang
Viral pesepeda diduga diintimidasi oknum driver ojol di Jakarta Pusat, HP nyaris dirampas
Ojol kamtibmas jadi mitra strategis polisi, satu driver Subang diganjar umrah
Driver ojol di Sarinah tawarkan ongkos Rp5 ribu, kisah HP terlindas dan dijambret bikin penumpang tersentuh
Viral cerita haru penumpang ojol di malam Lebaran, beri THR hingga tak kuasa menahan tangis
Viral driver ojol diduga rekam wanita tanpa izin di mall Palembang, video disebut dikirim ke grup WA
Driver ojol di Bandung ajak siswi SD ke kos, kini diamankan polisi