Kebakaran 1.000 rumah apung di Malaysia, 9.007 warga terdampak, WNI dipantau

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 20 April 2026 | 19:18 WIB
Menyoroti insiden kebakaran besar yang terjadi pada kawasan permukiman terapung di Sandakan, Sabah, Malaysia (Instagram.com/@unikinfold)
Menyoroti insiden kebakaran besar yang terjadi pada kawasan permukiman terapung di Sandakan, Sabah, Malaysia (Instagram.com/@unikinfold)

GENMILENIAL.ID - Linimasa media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video kebakaran besar yang melanda sekitar 1.000 rumah apung di kawasan Sandakan, Sabah, Malaysia, pada Minggu, 19 April 2026 dini hari.

Dalam unggahan akun Instagram @unikinfold pada Senin, 20 April 2026, terlihat kobaran api melahap permukiman terapung yang dihuni ribuan penduduk.

Api dengan cepat membesar dan menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya.

Baca Juga: Guru SMAN 1 Purwakarta disoraki siswa, Bu Atun pilih memaafkan: Saya sedih tapi ingin mereka berubah

“Kebakaran besar melanda seribu rumah apung di Sandakan, Malaysia, pada Minggu dini hari,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut. Sumber unggahan: Instagram @unikinfold.

Kemlu pastikan tidak ada korban jiwa

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.

Melalui KJRI Kota Kinabalu dan Direktorat Perlindungan WNI, Kemlu terus memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian, termasuk kondisi para WNI yang terdampak.

Baca Juga: Truk sound horeg di Pati mundur saat nanjak, diduga kelebihan muatan hingga tabrak motor

“Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa,” demikian keterangan resmi Kemlu RI.

“Sejumlah warga yang dilaporkan mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan barang-barang mereka, telah mendapatkan penanganan medis,” lanjut keterangan tersebut.

Ribuan rumah terbakar, permukiman padat di atas air

Dalam peristiwa ini, dilaporkan sekitar 1.000 rumah apung hangus terbakar dari total 1.200 unit yang ada di kawasan tersebut.

Kemlu menyebut mayoritas penghuni merupakan warga negara Malaysia, serta sebagian warga negara Filipina dan WNI yang telah menikah dengan warga setempat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X