Koordinator Wilayah SPPG Demak, Muzani Ali menjelaskan bahwa makanan MBG yang dibagikan terdiri dari beberapa menu.
Baca Juga: Motor Suzuki Thunder terbakar di SPBU Ciledug, diduga akibat bensin meluap
“Menu yang dibagikan kemarin itu ada nasi goreng, kemudian ada telur ceplok, tahu goreng, acar timun wortel. Buahnya ada buah jeruk dan ada susu,” ujar Muzani Ali.
Distribusi capai 1.484 porsi
Ali menyebutkan total distribusi MBG mencapai 1.484 porsi, dengan 550 porsi di antaranya dikirim ke empat sekolah yang diduga menjadi lokasi awal munculnya kasus.
“Empat sekolah ini itu totalnya 550 porsi, tetapi yang kena gejala ada 110 orang, yang masuk, dibawa ke rumah sakit itu 95 orang,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa proses pengolahan hingga distribusi makanan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Baca Juga: Diduga tertipu promo HP, wanita di Medan nekat sandera pegawai toko pakai parang
“Secara SOP sudah, sudah dipenuhi semua,” tegasnya.
Saat ini, sampel makanan telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Tengah untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.
Kasus ini pun menjadi perhatian serius, mengingat program MBG menyasar kelompok rentan seperti santri dan B3 yang membutuhkan asupan gizi aman dan berkualitas.***
Artikel Terkait
Sempat diduga mobil MBG tabrak balita di Indramayu, pemilik SPPG ungkap fakta sebenarnya
Puluhan ompreng MBG di sekolah Tulang Bawang tak dimakan siswa, wabup soroti dugaan menu kedaluwarsa
Dugaan surat SMAN 1 Ciemas ke SPPG viral, tolak guru terlibat distribusi MBG hingga soroti tudingan ambil jatah
Konten kreator di Cianjur ngaku dianiaya oknum pegawai SPPG, bermula dari tanya menu MBG
155 Siswa di Anambas diduga keracunan MBG, dirawat di RS dan Puskesmas
Viral ayam MBG diduga tak layak di Lampung, ortu siswa dan admin SPPG akhirnya saling memaafkan
Menu MBG daging sapi alot disebut ‘daging karet’, kualitas makanan anak disorot