Populasinya yang terus meningkat membuat ikan lokal kesulitan bersaing dalam mendapatkan makanan dan ruang hidup.
“Ini ikan invasif yang bisa merusak sungai dan danau, dengan tubuh keras dan daya tahan tinggi ikan ini merusak habitat ikan lokal,” ungkapnya.
Baca Juga: Jamkrindo catat penjaminan Rp247 triliun, IFG dorong UMKM naik kelas berkelanjutan
Hal ini membuat keberadaan ikan sapu-sapu semakin dianggap sebagai ancaman serius bagi lingkungan perairan di Jakarta.
Bukan sekadar tangkap ikan
Penangkapan massal ini disebut bukan bertujuan untuk mendapatkan hasil tangkapan semata, melainkan sebagai langkah pengendalian populasi.
Warga bersama nelayan didorong untuk menangkap ikan sapu-sapu sebanyak mungkin demi menjaga keseimbangan ekosistem.
“Jadi nelayan didorong untuk menangkapnya sebanyak mungkin demi menjaga keseimbangan ekosistem,” tulisnya.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi bongkar 2 sindikat LPG oplosan, negara rugi lebih dari Rp500 juta
“Perburuan ikan sapu-sapu bukan soal hasil tangkapan, tapi tentang menyelamatkan lingkungan perairan,” tandasnya.
Hingga Minggu, 19 April 2026 pukul 12.30 WIB, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 26,6 ribu pengguna Instagram, menandakan tingginya perhatian publik terhadap isu ini.***
Artikel Terkait
Jaga ekosistem, Menteri PUPR lepas burung dan benih ikan di IKN
Prabowo kunjungi tambak ikan nila salin di Karawang, cek potensi bahan Makan Bergizi Gratis
Usai tinjau budidaya tambak ikan nila, Prabowo sapa hangat ratusan warga Karawang
4 Cerita unik pemerintah daerah yang terapkan program Makan Bergizi Gratis, salah satunya menu ikan kaleng di Jayapura
Fenomena istilah baru 'Ubur-ubur Ikan Lele' di medsos, ternyata bermula dari video orang kena tilang polisi hingga jadi lirik lagu rap Indo
Lapas Subang kelola 3,6 hektare lahan produktif, hasilkan belasan ton gabah dan 80 ribu ikan nila
Kampung Ikan Damandiri diresmikan, bioflok jadi lompatan baru modernisasi perikanan desa di Subang