Beredar chat diduga ortu mahasiswa FH UI usai kasus pelecehan, minta tak ada DO picu sorotan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB
Menyoroti viralnya dugaan grup chat orang tua mahasiswa FH UI usai anaknya terjerat kasus pelecehan (instagram.com/@cretivox)
Menyoroti viralnya dugaan grup chat orang tua mahasiswa FH UI usai anaknya terjerat kasus pelecehan (instagram.com/@cretivox)

“Kalau sudah tersebar seperti ini, jadinya bola liar. Semua pihak bisa kena imbasnya,” tulis pesan lainnya.

Pandangan ini kemudian menuai kritik dari publik yang menilai fokus seharusnya diarahkan pada penanganan kasus dan perlindungan korban, bukan pada upaya meredam penyebaran informasi.

Muncul permintaan hindari sanksi DO

Selain itu, hal yang juga menjadi sorotan adalah adanya permintaan agar mahasiswa yang terlibat tidak dijatuhi sanksi berat, khususnya Drop Out (DO).

Dalam percakapan tersebut, beberapa orang tua berharap pihak kampus dapat mempertimbangkan masa depan anak-anak mereka.

Baca Juga: Viral nenek Warism tersesat di Jaksel, sempat dikabarkan diabaikan polisi, Propam turun tangan

“Mohon kebijaksanaan pihak kampus, jangan sampai anak-anak ini di-DO. Kasihan masa depan mereka,” tulis salah satu pesan.

Ada pula yang berpendapat bahwa sanksi berupa pembinaan dinilai lebih tepat dibandingkan hukuman berat.

“Kalau bisa jangan sampai DO, cukup pembinaan saja. Mereka masih muda dan bisa diperbaiki,” tulis anggota grup lainnya.

“Namanya juga anak muda, kadang khilaf. Jangan langsung dihukum berat,” tulis pesan lainnya.

Baca Juga: Mobil SPPG Sepatnunggal terciduk buang sampah, alasan sopir picu perdebatan

Belum ada klarifikasi resmi

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kampus maupun pihak terkait mengenai keaslian tangkapan layar percakapan tersebut.

Kasus ini pun terus menjadi perhatian publik, terutama terkait bagaimana penanganan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus serta peran keluarga dalam menyikapi kasus yang melibatkan anak mereka.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X