“Bukan masalah tanah punya siapa, ini pinggir jalan utama dari Sepatnunggal ke Sodong. Kan ada dana pengelolaan lahan sampah,” ujarnya.
Baca Juga: Ngaku polisi, wanita diduga ODGJ rusak dagangan cireng di Cibinong, pedagang rugi
Ia juga menyoroti dampak yang ditimbulkan dari sampah tersebut, mulai dari bau tidak sedap hingga potensi munculnya lalat, terlebih saat musim hujan.
“Ini aja udah bau, pinggir jalan pula. Coba kalau hujan, ada lalat,” sambungnya.
Di akhir video, setelah mendapat teguran, sopir SPPG menyatakan akan mengambil kembali sampah yang sebelumnya dibuang.
Warganet soroti pengelolaan sampah
Viralnya video tersebut memicu beragam reaksi dari warganet.
Baca Juga: Cerita wartawan di Depok usai ikut program ganti atap, rumah terasa adem dan tak bising saat hujan
Banyak yang menyayangkan tindakan membuang sampah sembarangan, terlebih dilakukan oleh kendaraan operasional program pelayanan publik.
Sejumlah komentar pun bermunculan, di antaranya meminta adanya tindakan tegas terhadap pengelola.
“Perlu ditegur dan harus dipertanggungjawabkan si pengelola MBG supaya yang lain tidak sembarangan pembuangan sampahnya,” tulis akun @mat*******o
“Ini harus ditindak tegas, laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup,” tulis akun @muh*******n
Baca Juga: Anggota DPRD Subang terima tunjangan reses Rp13 juta per orang, total capai Rp637 juta
“Apapun itu, nggak ada alasan buat buang sampah MBG sembarangan,” tulis akun @mrz***h
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Sepatnunggal belum memberikan klarifikasi resmi terkait video viral tersebut.***
Artikel Terkait
Viral joget di dapur MBG, SPPG milik pria ini dibekukan, BGN tegaskan bukan bisnis
Kepala BGN tantang SPPG sajikan menu MBG bintang 5, harga bahan tetap Rp10 ribu
Tabel gizi MBG Ramadan disorot, cara penulisan disebut bikin salah paham
Dugaan keracunan MBG di Jaktim, 72 siswa dirawat di 3 rumah sakit
Sempat diduga mobil MBG tabrak balita di Indramayu, pemilik SPPG ungkap fakta sebenarnya
Puluhan ompreng MBG di sekolah Tulang Bawang tak dimakan siswa, wabup soroti dugaan menu kedaluwarsa
Konten kreator di Cianjur ngaku dianiaya oknum pegawai SPPG, bermula dari tanya menu MBG