Macet horor Ketapang terurai, DPRD apresiasi peran polisi dan sopir logistik

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 7 April 2026 | 05:03 WIB
Insiden kemacetan panjang yang sempat terjadi di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur yang kini berhasil terurai (Dok. Istimewa)
Insiden kemacetan panjang yang sempat terjadi di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur yang kini berhasil terurai (Dok. Istimewa)

Baca Juga: Diduga tolak ‘jatah’ Rp100 ribu, tuan rumah hajatan di Purwakarta tewas dikeroyok

"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polresta Banyuwangi dan Kakorlantas yang telah bekerja semaksimal mungkin," tuturnya.

BUMDes dan sopir BBM ikut apresiasi

Apresiasi juga datang dari BUMDes Desa Ketapang Unit RTK Pelabuhan Tanjungwangi yang menilai peran kepolisian menjadi kunci dalam mengurai kepadatan kendaraan.

“BUMDes Desa Ketapang Unit RTK Pelabuhan Tanjungwangi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kepolisian Polresta Banyuwangi,” demikian keterangannya.

Sementara itu, koordinator sopir tangki Pertamina, Aris, mengaku terbantu dengan pengaturan lalu lintas yang dilakukan petugas.

Baca Juga: Dedi Mulyadi sentil Disparpora, Satpol PP dan Disnakertrans Subang, soroti kinerja tak maksimal

"Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian Polresta Banyuwangi yang telah membantu kelancaran suplai BBM ke SPBU," ujarnya.

Aksi humanis polisi di tengah kemacetan

Di tengah kondisi kemacetan, anggota Satlantas Polresta Banyuwangi juga menunjukkan aksi humanis dengan membagikan nasi bungkus dan air mineral kepada para sopir.

Bantuan tersebut dirasakan langsung oleh para pengemudi, salah satunya Eko Priyono, sopir logistik asal Pasuruan.

"Saya senang dan berterima kasih. Di tengah kondisi macet yang melelahkan, masih ada perhatian dari kepolisian kepada kami para sopir," ungkapnya.

Baca Juga: Pedas, Dedi Mulyadi tegur pejabat Subang soal kinerja dan minim aksi lapangan

Ia menilai bantuan tersebut mampu menambah semangat para sopir yang harus menunggu antrean panjang.

Harapan tak terulang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X