Petugas kemudian mengevakuasi korban sekitar pukul 07.45 WIB dan membawanya ke RSUP Dr Sardjito untuk mendapatkan penanganan medis.
Diduga akibat penumpukan gas metana
Hasil olah tempat kejadian perkara sementara mengungkap dugaan penyebab ledakan berasal dari akumulasi gas metana di dalam saluran limbah.
Gas tersebut terbentuk akibat fermentasi limbah organik yang terjebak dalam saluran tersumbat tanpa ventilasi memadai.
“Tekanan tinggi di ruang tertutup menyebabkan kegagalan struktur penutup saluran hingga terjadi ledakan,” jelas Budi.
Pengelola diminta perbaiki sistem limbah
Pasca kejadian, pihak kepolisian menyarankan pengelola Teras Malioboro 1 untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh pada instalasi bio-filter.
Selain itu, diperlukan pemasangan pipa ventilasi tambahan agar gas tidak kembali terakumulasi.
Baca Juga: Viral ibu menyesal ajak anak ke playground saat lebaran, berujung tertular campak hingga dirawat
Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa pengelola bertanggung jawab atas penanganan medis korban.
Sementara itu, ketiga korban dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait pengelolaan limbah di kawasan publik, terutama yang menggunakan sistem tertutup.***
Artikel Terkait
Buang limbah ke Ciliwung, 4 hotel di Puncak disegel Kementerian Lingkungan Hidup
Polisi ungkap kondisi mental ABH pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta, tertutup dan sering kesepian
Ledakan SMAN 72 Jakarta ungkap luka sosial: Curhat siswa hingga fakta terduga pelaku yang merasa sendirian
Kemensos siap rehabilitasi pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta, Gus Ipul ungkap kerja sama dengan polisi dan Densus
Pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta keluar dari RS, polisi pastikan kondisinya masih dipantau di rumah aman
Kronologi kebakaran Gedung Terra Drone Jakpus: 17 Korban jiwa, ledakan diduga berawal dari lantai 1
Tour Guide ungkap keindahan sungai air hitam di Kalimantan, kini disorot karena dugaan limbah tambang