“Berdasarkan gejala siswa terdampak juga menunjukkan penyebab utamanya berasal dari air yang digunakan untuk menyiapkan es kuwut,” papar BGN.
Baca Juga: Ancam sebar foto PNS Bapenda Subang saat tertidur di kantor, oknum wartawan terancam 9 tahun penjara
Minuman tersebut diketahui dibuat dari campuran sirup, melon, selasih, dan air.
Selain itu, proses pengolahan buah juga menjadi sorotan.
“Serta waktu menyerut buah melon terlalu dini sehingga jangka waktu pengolahan dan konsumsi terlalu jauh,” tambahnya.
Distribusi MBG dihentikan sementara
Sebagai tindak lanjut, BGN telah menghentikan sementara distribusi MBG dari SPPG terkait sejak 16 Maret 2026.
Baca Juga: Kebakaran hebat pabrik plastik di Bogor, api baru padam setelah 7 jam pemadaman
Selama masa penghentian, pihak SPPG diwajibkan melakukan perbaikan dan renovasi guna memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lanjutan dari pihak terkait maupun korban mengenai perkembangan kondisi siswa pascakejadian tersebut.***
Artikel Terkait
Curhatan guru di Semarang saat pembagian MBG, mengaku pulang telat karena harus rapikan ompreng
Viral SPPG di Bogor cuci ayam MBG di tempat wudu masjid, akui lalai dan minta maaf
Mahfud MD soroti tata kelola MBG: Dari lele mentah hingga dugaan kasus tak ditindak
Kepala BGN tantang SPPG sajikan menu MBG bintang 5, harga bahan tetap Rp10 ribu
Tabel gizi MBG Ramadan disorot, cara penulisan disebut bikin salah paham
Viral joget di dapur MBG, SPPG Pangauban disetop sementara, Hendrik Irawan minta maaf
Viral mobil MBG dipakai angkut sampah di Nabire, BGN langsung bekukan operasional SPPG