Selain video viral, laporan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup Nabire yang menemukan langsung aktivitas pembuangan sampah menggunakan kendaraan tersebut.
Baca Juga: Ditinggal mudik, kontrakan warga Cengkareng mendadak jadi tempat sampah, keluhkan ulah tetangga
Potensi kontaminasi jadi sorotan
Dalam aturan BGN, kendaraan operasional SPPG hanya diperuntukkan bagi distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Mobil tersebut disediakan oleh mitra dan disewa khusus untuk mendukung program MBG.
“Mobil harus digunakan sesuai peruntukan dan patuh dengan SOP,” tegas Marsel.
Pembekuan operasional dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi dan investigasi terhadap pelanggaran tersebut.
Baca Juga: Banjir Brebes lumpuhkan jalur arus balik, debit air tembus 2,5 meter dan jadi rekor 20 tahun
Warganet khawatir soal kebersihan makanan
Viralnya video ini juga memicu reaksi warganet yang menyoroti potensi kontaminasi makanan.
“Mobil untuk antar makanan terus dipakai buat drop sampah juga, jenius sekali caranya,” tulis salah satu warganet.
“Meskipun mobil dicuci setelah buang sampah, ada potensi kontaminasi silang. Harusnya dibedakan,” tulis warganet lainnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius terkait standar kebersihan dalam program distribusi makanan, terutama yang menyasar masyarakat luas.***
Artikel Terkait
Viral joget sambil ngaku dapat Rp6 juta per hari, mitra MBG tempuh jalur hukum
Viral mitra MBG joget, Lita Gading sentil keras hingga tantang dilaporkan ke polisi
Viral joget soal insentif Rp6 juta, mitra MBG Hendrik Irawan minta maaf dan klarifikasi
Viral joget di dapur MBG, SPPG milik pria ini dibekukan, BGN tegaskan bukan bisnis
Kepala BGN tantang SPPG sajikan menu MBG bintang 5, harga bahan tetap Rp10 ribu
Tabel gizi MBG Ramadan disorot, cara penulisan disebut bikin salah paham
Viral joget di dapur MBG, SPPG Pangauban disetop sementara, Hendrik Irawan minta maaf