Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan penanganan medis.
Andrie tiba di rumah sakit sekitar pukul 23.48 WIB dan langsung mendapatkan perawatan intensif.
Baca Juga: 1.165 Personel gabungan siap amankan mudik lebaran, Polres Subang gelar Operasi Ketupat Lodaya 2026
KontraS desak polisi usut pelaku
Dimas Bagus Arya memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, pihak KontraS mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut pelaku dan mengungkap motif di balik penyerangan tersebut.
“Serangan ini berpotensi menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia,” tegas Dimas.
Berdasarkan diagnosis awal tim dokter, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen di sejumlah bagian tubuhnya.
Baca Juga: Kemensos salurkan bantuan Rp339 juta untuk program Kampung Siaga Bencana di Subang
Saat ini korban ditangani oleh enam dokter spesialis, termasuk dokter spesialis mata, THT, saraf, tulang, thoraks, organ dalam, dan kulit.
Selain itu, Andrie juga dijadwalkan menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion untuk memperbaiki jaringan mata yang mengalami kerusakan.***
Artikel Terkait
Dikenal sebagai aktivis produktif dan pendiri Mapala UI, ini lima puisi Soe Hok Gie yang inspiratif bagi dunia pergerakan
Memoer Gie, jejak perjuangan aktivis mahasiswa yang menerobos batas
Penyair Widji Thukul, aktivis perlawanan yang dihilangkan karena puisi
Prihatin pungli hingga puluhan juta, aktivis buruh desak Pemda Subang segera sahkan Perda Ketenagakerjaan
Heboh! Greta Thunberg dan 11 aktivis dikabarkan diculik Israel di kapal bantuan Gaza
Ratusan aktivis dan budayawan soroti krisis lingkungan nasional dalam Gunem Alam di Sumedang
Dari keresahan sampah Pasar Terminal, guru di Subang ini dirikan bank sampah dengan 150 nasabah