Arifin menambahkan, pihak sekolah sebenarnya sudah beberapa kali mengingatkan penyedia layanan agar memperbaiki kualitas makanan.
Namun hingga saat ini, menurutnya, belum ada perbaikan yang signifikan dari pihak dapur penyedia MBG.
Ia bahkan menyebut sekolah mempertimbangkan untuk memutus kerja sama dengan dapur penyedia layanan tersebut.
“Ada kecenderungan sekolah akan memutus MoU untuk pindah dapur,” katanya.
Baca Juga: Surat haru BCL untuk Vidi Aldiano, titip salam untuk Ashraf dan kuatkan Sheila Dara
SPPG As-Salman beri penjelasan
Menanggapi hal tersebut, Ahli Gizi SPPG As-Salman Fikri Mutawakkil menjelaskan bahwa lele yang dibagikan kepada siswa merupakan lele marinasi.
Menurutnya, menu tersebut dipilih karena dinilai memiliki kandungan gizi yang baik serta dapat menambah asupan protein bagi siswa.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi? Karena memperhatikan gizi di lelenya, yang kedua untuk menambah protein di hari itu, dan yang ketiga adalah penyimpanan lele marinasi itu bisa sampai satu hari,” ujar Fikri.
Baca Juga: Unggahan ayah Vidi Aldiano jadi sorotan, Harry Kiss akui kehilangan momen Sabtu bersama sang anak
Meski demikian, pihak SPPG As-Salman menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dan berjanji akan melakukan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
“Kami memohon maaf apabila ada kata-kata dan tindakan yang salah. Kami akan memperbaiki ke depannya dan ini menjadi evaluasi kami,” tandasnya.***
Artikel Terkait
KPK mulai petakan celah korupsi MBG, isu mark up bahan baku SPPG jadi sorotan
Viral temuan belatung hidup di puding MBG Kota Malang, SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 akui kurang teliti
Setelah viral dugaan keracunan massal siswa di Cimahi, sampel menu MBG dikirim ke Labkes Jabar
Diduga usai santap menu MBG, 28 santri ponpes di Jombang dilarikan ke rumah sakit
Viral orang tua siswa ungkap kondisi roti MBG anaknya yang masih PAUD, penuh belatung dari SPPG di Pecangaan Jepara
SPPG Cahaya Ngrayun Ponorogo akui teledor usai viral temuan belatung di menu MBG bandeng presto
Viral salak MBG berbelatung di Pekalongan, wali murid SDN 1 Kepatihan keluhkan menu tak layak konsumsi