Setelah viral dugaan keracunan massal siswa di Cimahi, sampel menu MBG dikirim ke Labkes Jabar

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:29 WIB
Menyoroti sampel makanan dari SPPG Karangmekar yang kini dikirim ke Labkes Jabar usai viral kasus keracunan puluhan siswa di Cimahi (Instagram.com/@infocimahi.co)
Menyoroti sampel makanan dari SPPG Karangmekar yang kini dikirim ke Labkes Jabar usai viral kasus keracunan puluhan siswa di Cimahi (Instagram.com/@infocimahi.co)

GENMILENIAL.ID – Kasus dugaan keracunan massal yang dialami puluhan siswa SD dan SMP di Kota Cimahi, Jawa Barat, sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah para siswa menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, membenarkan adanya insiden dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa di sejumlah sekolah di wilayah Cimahi pada Rabu, 25 Februari 2026.

“Benar ada dugaan keracunan MBG, kami terus monitor,” kata Nana sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram @infocimahi.co, Jumat, 6 Maret 2026.

Baca Juga: Anggota DPR RI tolak Indonesia masuk Board of Peace, soroti afiliasi perusahaan Israel di Maluku Utara

Ia menyebutkan total korban yang dilaporkan mencapai 53 siswa. Dari jumlah tersebut, 15 siswa dirawat di RS Cibabat, dua siswa di RS Mitra Kasih, dan satu siswa di RS Dustira.

Menu MBG tersebut diketahui dibagikan oleh pengelola dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 02.

Saat ini operasional dapur tersebut telah dihentikan sementara untuk proses pemeriksaan.

Nasi onigiri diduga tidak layak konsumsi

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, salah satu orang tua murid menyebutkan bahwa menu MBG yang diterima anaknya berupa nasi onigiri diduga sudah tidak layak konsumsi.

Baca Juga: Sinyal merah tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi, KPK selidiki dugaan rasuah perizinan

Ia mengaku nasi yang diterima anaknya memiliki rasa asam dan warna yang sudah berubah menjadi kekuningan.

“Ada nasi onigiri yang anak saya dapat dari menu MBG rasanya asem dan nasi sudah berubah warna kuning,” ujar orang tua murid tersebut.

Ia juga menyebut beberapa siswa mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut hingga akhirnya dibawa ke klinik maupun rumah sakit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X