Kolom komentar dipenuhi reaksi warganet yang menyayangkan dugaan pencurian tersebut.
“Udah banyak kali maling di Tamiang ini, nggak sanggup lagi bilang. Semua lagi susah, tambah susah,” tulis akun @raf********j.
“Emang manusia nggak punya hati, udah tau orang lagi kena musibah masih juga dijahatin,” tulis akun @dwt********_.
Baca Juga: Sentuhan sosial Polres Subang, warga Blanakan terima rumah baru
“Kok tega, punya orang tua pun sanggup diambilnya. Yang ambil nggak punya hati,” timpal akun @eka********3.
Seorang warganet lainnya mengaku kejadian serupa juga dialami keluarganya.
“Adek saya di Kuala Simpang juga beras dan minyak hilang di dalam rumah. Emang belum siap, pintunya masih rusak tapi orang lagi kesusahan pun masa diembat juga?” tulis akun @rmh****************g.
Ribuan huntara diklaim dikebut
Di sisi lain, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak banjir terus berjalan.
Baca Juga: Pemprov Jabar kunci investasi Rp296,8 triliun, gaspol bereskan tambang ilegal dan sampah regional
Ia mengklaim sebanyak 885 unit huntara telah selesai dibangun dan sudah ditempati. Pembangunan tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Danantara, PUPR, Dompet Dhuafa, dan GPCI.
Selain itu, sebanyak 3.081 unit huntara lainnya tengah dikebut penyelesaiannya agar warga yang masih bertahan di tenda dapat segera menempati hunian yang lebih layak.***
Artikel Terkait
Tangis pilu nenek di Aceh Tamiang, tabungan umrah hasil nabung receh hanyut tersapu banjir
Ramadan 2026 di tenda pengungsian Aceh Tamiang, ibu ini ingin ajarkan anak puasa di tengah panas dan keterbatasan
Viral dugaan pencurian uang Rp4 juta milik nenek penjual nasi uduk di Jatiwarna Bekasi, pelaku terekam CCTV
Ramadan di tengah pemulihan banjir, warga Aceh Tamiang harap dukungan pangan
3 Bulan pascabanjir Aceh Tamiang, warga Desa Sulum bertahan dengan air sungai keruh untuk mandi dan masak
Jembatan runtuh diterjang banjir, Luna Maya terenyuh lihat warga Aceh tetap bertahan
Cerita bocah Geudumbak Aceh Utara bertahan di pohon kelapa saat banjir 2025, sehari semalam tanpa makan