“Kami selaku orang tua mengucapkan terima kasih kepada Bapak TNI yang sudah mencegah terjadinya perang sarung kemarin,” ujarnya.
Remaja yang terlibat juga dihadirkan dan menyampaikan permintaan maaf serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Itu sebagai pelajaran agar tidak mengulangi lagi,” kata salah satu remaja.
Warga hubungi Babinsa
Menurut keterangan warga, perang sarung tersebut terjadi di depan salah satu rumah.
Mendengar keributan, warga segera berbondong-bondong mendatangi lokasi dan menghubungi Babinsa Koramil Kuwarasan.
“Kemarin Selasa malam tanggal 24 Februari 2026 terjadi kenakalan remaja berupa perang sarung. Setelah mendengar keributan, kami dan warga berbondong-bondong dan menelepon Babinsa Koramil Kuwarasan,” ujar seorang warga.
Setelah anggota TNI tiba, situasi berhasil dikendalikan. Para remaja yang terlibat kemudian diamankan dan diantar pulang ke rumah masing-masing.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua dan peran aparat serta masyarakat dalam mencegah aksi kenakalan remaja, khususnya selama bulan Ramadan yang kerap diwarnai fenomena perang sarung.***
Artikel Terkait
Viral video tawuran perang sarung di media sosial, Unit Reskrim Polsek Pamanukan amankan 5 orang bocil
Lumpur pascabanjir masih jadi PR besar, Mendagri dorong tambahan 15 ribu personel TNI-Polri
Bikin terharu, anak-anak TK di Aceh Tamiang nyanyikan lagu penyemangat untuk prajurit TNI pembersih sisa banjir
Tinjau KDKMP di Karawang–Subang, Wakil Panglima TNI dorong penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Merah Putih
TNI AD pulihkan SD Muhammadiyah dan TK ABA, sekolah di Tapanuli Selatan kembali digunakan usai banjir
Promedia jajaki kolaborasi strategis dengan TNI AD, siap publikasikan program 8.000 Jembatan Nusantara
Ramadan rawan tawuran dan perang sarung, SMPN 6 Subang perkuat karakter dan libatkan orang tua