Kronologi dan hasil autopsi NS, bocah 12 tahun di Sukabumi diduga korban penganiayaan ibu tiri

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 17:01 WIB
Foto ilustrasi: Dugaan penganiayaan pada anak berusia 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat oleh ibu tirinya (Unsplash/saif71)
Foto ilustrasi: Dugaan penganiayaan pada anak berusia 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat oleh ibu tirinya (Unsplash/saif71)

Baca Juga: Motor korban kecelakaan di Jalan Jogja-Solo raib dibawa ‘penolong’, viral di medsos dan diselidiki polisi

Pernah dilaporkan atas dugaan penganiayaan

Anwar juga mengungkap bahwa insiden kekerasan terhadap NS sebelumnya pernah terjadi. Ia mengaku sempat melaporkan istrinya ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan setahun lalu.

“Sebelumnya dulu juga pernah terjadi penganiayaan, saya laporkan,” ujarnya.

Namun laporan tersebut tidak berlanjut setelah istrinya memohon maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Saat itu dibuat surat pernyataan dan video pernyataan sebagai bentuk komitmen.

Meski demikian, Anwar menyebut laporan tersebut secara administratif belum dicabut.

Baca Juga: Menteri KKP kunjungi Subang, percepat Revitalisasi Tambak Pantura dan dorong ekonomi biru

Hasil autopsi: Luka bakar dan pembengkakan organ

Kepala RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi, Kombes Pol dr. Carles Siagian, menjelaskan hasil pemeriksaan forensik awal menunjukkan adanya luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban.

“Dari hasil ditemukan, anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung dan luka bakar, juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena luka bakar,” ujar Carles, Jumat, 20 Februari 2026.

Selain itu, tim medis menemukan adanya pembengkakan pada organ jantung dan paru-paru korban. Namun hingga kini, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan.

Baca Juga: ICCN dampingi Ternate Youth Planner 2026, dorong kota rempah jadi gerbang gastronomi dunia

“Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” jelasnya.

Pihak rumah sakit telah melakukan autopsi menyeluruh dan mengirim sampel organ untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan ke Jakarta guna memastikan apakah terdapat zat lain yang berkontribusi terhadap kematian korban.

Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian. Ayah korban menyatakan mendukung proses autopsi dan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya sang anak.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X