Putus rantai tengkulak, Polri fasilitasi KUR dan penyerapan bulog bagi petani jagung

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 16:47 WIB
Polri bersama kementerian dan lembaga terkait menggelar rapat koordinasi penguatan ekosistem pertanian jagung pakan ternak, Jumat 6 Februari 2026 (Dok. Istimewa)
Polri bersama kementerian dan lembaga terkait menggelar rapat koordinasi penguatan ekosistem pertanian jagung pakan ternak, Jumat 6 Februari 2026 (Dok. Istimewa)

Implementasi program ini telah berjalan di sejumlah wilayah, seperti Nagreg dan Ciamis, Jawa Barat, di mana petani memperoleh akses modal untuk menanam kembali serta memperluas lahan jagung.

Senior Vice President BRI, Danang Andi Wijanarko, menyampaikan bahwa BRI telah menyiapkan plafon pembiayaan KUR Mikro sebesar Rp180 triliun pada 2026, termasuk untuk sektor pertanian dan ekosistem jagung.

Baca Juga: Outlook negatif Moody’s jadi alarm keras, Harris turino soroti kebijakan ekonomi

Bulog serap jagung, harga petani dijaga

Selain permodalan, Polri juga fokus menjaga stabilitas harga agar petani tidak terjebak praktik tengkulak.

Melalui kerja sama dengan Perum Bulog, hasil panen petani diserap dengan harga yang lebih berpihak.

Pengadaan jagung Bulog tahun 2026 mengacu pada Surat Dinas Internal SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tertanggal 12 Januari 2026, dengan target 1 juta ton untuk cadangan pangan pemerintah. Harga pembelian ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram.

“Fokus kami menjaga harga jagung di tingkat petani minimal sesuai HPP. Di Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, kolaborasi ini mendorong pembelian Rp6.400 per kg sesuai standar Bulog,” tegas Brigjen Langgeng.

Baca Juga: Panen Fest 2026, Promedia Group raih penghargaan atas publikasi ketahanan pangan

Putus tengkulak, sejahterakan petani

Program ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan lahan tidur, memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak, serta meningkatkan produksi jagung nasional.

Dengan pendampingan manajerial dan jaminan pasar, petani diharapkan mampu membayar pinjaman tepat waktu dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Melalui penguatan ekosistem pertanian jagung pakan ternak sepanjang 2026, Polri berharap sinergi lintas sektor ini mampu menopang ketahanan pangan nasional sekaligus menghadirkan keadilan ekonomi bagi petani jagung Indonesia.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X