“Kegiatan ini kami lakukan agar anak-anak yang berada di pengungsian tidak merasa bosan dan jenuh. Kami mengerahkan anggota Polsek Pamanukan bersama Polwan Polres Subang untuk memberikan trauma healing,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan dukungan moril, terutama kepada anak-anak yang terdampak bencana.
“Kami melihat anak-anak ini membutuhkan perhatian khusus. Melalui permainan, edukasi ringan, dan kegiatan menyenangkan, kami berharap mereka bisa kembali ceria dan semangat,” tambahnya.
Bentuk kepedulian Polri
AKP Udin menegaskan, kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap korban bencana, sekaligus bagian dari upaya pemulihan psikologis anak-anak di pengungsian.
Baca Juga: Jelang RUPS PLN, aturan masa jabatan direksi jadi sorotan, reformasi BUMN diuji
“Trauma healing ini kami lakukan sebagai inisiatif kemanusiaan. Harapannya, anak-anak tidak terus larut dalam kesedihan dan bisa kembali ceria meskipun berada di pengungsian,” tuturnya.
Dengan kehadiran Polwan yang telah dibekali kemampuan trauma healing, suasana pengungsian pun terasa lebih hangat dan penuh semangat.
Anak-anak yang semula tampak malu-malu, perlahan mulai berani berekspresi dan tertawa bersama.***
Artikel Terkait
Masya Allah, Puluhan Polwan Cantik Polres Subang masak sendiri dan bagikan takjil bagi masyarakat membutuhkan
TKI asal Subang meninggal dunia di Korea Selatan, Polwan Polres Subang lakukan penjemputan jenazah ke Bandara Soekarno Hatta
Polwan Polres Subang berikan trauma healing kepada para pengungsi korban bencana longsor di Desa Pasanggrahan
Puluhan Polwan Polres Subang ucapkan salam pelepasan masa pensiun mantan Kapolsek Subang Kota dengan makan nasi liwet bersama
Polwan Polres Subang bagikan makanan di CFD Lembur Pakuan, dapat apresiasi masyarakat
Ipda Herlina Swandy, polwan cantik penjaga keamanan CFD di Lembur Pakuan
Di balik apresiasi presiden, ada perjuangan Polwan Subang yang temani pocil dengan hati