GENMILENIAL.ID — Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan luka mendalam bagi warga terdampak.
Hingga kini, lumpur sisa banjir masih mengendap dan menimbun sejumlah rumah, meski peristiwa tersebut telah berlalu lebih dari satu bulan.
Kondisi memilukan itu terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @syahrur_sr647 pada Rabu, 21 Januari 2026.
Dalam video tersebut terlihat rumah warga yang masih tertutup lumpur tebal, bahkan sebagian bangunan belum sepenuhnya bisa dibersihkan.
“Ini kondisi rumah yang masih sangat tertanam, seperti masih belum ada harapan,” ujar pemilik akun dalam video tersebut.
55 Hari pascabanjir, lumpur masih mengendap
Banjir bandang yang disertai longsor menyebabkan material lumpur menumpuk di permukiman warga.
Hingga 55 hari berlalu, endapan lumpur masih terlihat menutupi lantai rumah, dinding, hingga perabotan.
Kondisi ini semakin memprihatinkan lantaran masyarakat Aceh akan segera memasuki bulan suci Ramadan.
“Ini Aceh setelah 55 hari banjir dan 30 hari menjelang bulan suci Ramadan, tapi kondisi rumah warga masih seperti ini,” ucap perekam video.
Dalam tayangan tersebut, terlihat salah satu rumah baru selesai dibersihkan sebagian.
Sisa lumpur basah masih menggenang di lantai, menunjukkan betapa beratnya proses pembersihan yang harus dilakukan warga secara mandiri.
Artikel Terkait
Pemulihan pertanian jadi kunci hidup 80 persen warga, influencer Virdian Aurellio soroti kondisi petani Aceh Tamiang pascabanjir
Lebih dari sebulan pascabanjir, warga Desa Pante Kera Aceh Timur bertahan di bukit dan masih terisolir
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama
Terobos banjir demi mengajar, aksi guru matematika SMK Serang ini tuai salut warganet
Sekolah rusak diterjang banjir bandang, bocah asal Agam Sumbar ini harap bisa belajar normal kembali
Lhok Pungki, Dusun di Aceh Utara yang kini berubah jadi sungai pascabanjir bandang
Tangis ayah pecah di posko kesehatan Lhok Pungki, gendong anak sakit demi dapatkan obat