Sherly Annavita menilai kejadian tersebut sebagai ironi, mengingat wilayah Halmahera dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tambang, khususnya nikel, di Indonesia.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam seharusnya berbanding lurus dengan pemenuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat.
“Padahal Halmahera, Maluku Utara begitu kaya akan nikel dan tambang lainnya,” ungkap Sherly.
Ia mempertanyakan ke mana aliran manfaat ekonomi dari sektor pertambangan jika masyarakat masih harus menghadapi keterbatasan akses dasar, seperti jembatan penghubung antardesa.
“Kemanakah sebetulnya larinya uang tambang dari negeri kita?” lanjutnya dengan nada kritis.
Harapan warga pada pemerintah daerah
Peristiwa ini kembali membuka persoalan klasik mengenai ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah terpencil.
Baca Juga: Polisi tangkap pelaku penggelapan mobil blind van Rp203 juta di Subang, ternyata karyawan perusahaan
Warga Desa Salube disebut berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat segera membangun jembatan penyeberangan, setidaknya jembatan gantung, untuk menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah atau instansi terkait mengenai tindak lanjut atas peristiwa tersebut.
Sementara itu, unggahan Sherly Annavita hingga Rabu, 14 Januari 2026, pukul 14.30 WIB, telah disukai lebih dari 11,4 ribu pengguna Instagram dan terus menuai komentar keprihatinan dari warganet.***
Artikel Terkait
Momen Dedi Mulyadi curhat ke Gubernur Malut Sherly Tjoanda, ungkap konflik semasa jadi Bupati Purwakarta
Sherly Annavita bongkar realita distribusi bantuan bencana Sumatera: Akses terjal hingga minim komando terpusat
Influencer Sherly Annavita bongkar teror di rumahnya, mobil dicoret dan dilempar telur busuk
Influencer Bobon Santoso ungkap kondisi pascabanjir Aceh Tamiang, temukan rumah warga dari sisa reruntuhan
Influencer King Abdi ungkap kondisi Aceh belum pulih, soroti postingan bencana Sumatera mulai sepi
Edukasi anak-anak korban bencana di Aceh, influencer Virdian Aurellio yakin kesadaran ekologis generasi muda mulai tumbuh
Influencer King Abdi ungkap kebutuhan mendesak warga Aceh Tamiang, bukan hanya makanan tapi obat penyakit kulit