Terungkap motif pembunuhan konsultan asal Klaten di Subang, pelaku sakit hati dan faktor ekonomi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 12 Januari 2026 | 20:43 WIB
Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono didampingi Kasat Reskrim AKP Bagus Panuntun beserta jajaran tunjukan barang bukti pengungkapan kasus pembunuhan di Desa Wantilan, Kabupaten Subang, Senin 12 Januari 2026
Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono didampingi Kasat Reskrim AKP Bagus Panuntun beserta jajaran tunjukan barang bukti pengungkapan kasus pembunuhan di Desa Wantilan, Kabupaten Subang, Senin 12 Januari 2026

GENMILENIAL.ID — Kepolisian Resor (Polres) Subang akhirnya mengungkap secara tuntas kasus pembunuhan sadis yang menewaskan seorang konsultan perusahaan asal Klaten, Jawa Tengah, di wilayah Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang.

Fakta baru terungkap, pembunuhan dipicu rasa sakit hati yang diperparah motif ekonomi.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono dalam konferensi pers di Aula Patriatama Polres Subang, Senin 12 Januari 2026.

Kronologi pembunuhan di perkebunan Wantilan

Kapolres Subang menjelaskan, peristiwa pembunuhan terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026 sekitar pukul 03.30 WIB di Perkebunan Blok 6 Kampung Pasirjadi 2, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy.

Baca Juga: Viral air sinkhole Limapuluh Kota disebut berkhasiat, Wagub Sumbar tegaskan hanya fenomena alam biasa

Korban diketahui bernama Hengky Rumba (66 tahun) atau HR, seorang konsultan perusahaan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bacok di bagian kepala, wajah, leher, dan tangan akibat serangan senjata tajam.

“Korban meninggal dunia akibat luka bacok yang dilakukan secara berulang menggunakan senjata tajam,” ujar AKBP Dony.

Pelaku ditangkap tanpa perlawanan

Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, Sat Reskrim Polres Subang bersama Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Barat berhasil mengamankan tersangka berinisial NW pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 23.45 WIB.

Pelaku ditangkap di Dusun Cibeureum, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy tanpa perlawanan.

Baca Juga: Menkes Budi curhat mahalnya tiket pesawat ke Aceh, relawan medis terpaksa masuk lewat Malaysia

“Pelaku berinisial NW, lahir di Subang 20 Maret 1992, bekerja sebagai pencari biawak dan pekerja serabutan,” jelas Kapolres.

Motif sakit hati hingga faktor ekonomi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X