Sebulan pascabanjir, Takengon Aceh Tengah masih dipenuhi batu dan longsoran, relawan: Aceh belum pulih

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 11 Januari 2026 | 15:14 WIB
Masih banyak material batu bekas banjir di sejumlah wilayah di Takengon, Aceh Tengah (Instagram/faza.fauzan_)
Masih banyak material batu bekas banjir di sejumlah wilayah di Takengon, Aceh Tengah (Instagram/faza.fauzan_)

“Ini sampai ke bawah sana. Semua rumah-rumah yang ada di desa ini hancur karena terbawa longsor yang turun dari bukit di atas,” kata Faza.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap narasi yang menyebut kondisi Aceh telah kembali normal.

Baca Juga: Penjualan TRS Water terus naik, AMDK milik Perumda Tirta Rangga Subang diproyeksi melonjak tiga kali di 2026

“Ini keadaan Aceh Tengah yang katanya sudah baik-baik saja. Aceh belum pulih, masih mengkhawatirkan,” tegasnya.

Menurut Faza, longsor dan banjir susulan masih terus terjadi, terutama saat hujan kembali turun di wilayah pegunungan Aceh Tengah.

Akses jalan masih berlumpur dan licin

Selain merusak rumah warga, longsor juga berdampak serius pada akses jalan menuju lokasi terdampak.

Takengon yang berada di kawasan dataran tinggi menghadapi tantangan berat dalam proses distribusi bantuan.

Baca Juga: Kompol Purn Yayah Rokayah terpilih aklamasi jadi Ketua Harian Inkanas Subang, catat sejarah baru

Dalam video lain yang diunggah pada Jumat, 9 Januari 2026, Faza memperlihatkan kondisi jalan yang masih berlumpur dan licin.

“Kemarin hujan, jadi bekas longsoran sebagian turun lagi, jalannya jadi lengket dan becek. Jadi, harus dibersihkan dulu dengan alat berat,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut bukan kejadian sesekali. Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat ratusan titik longsor di Aceh Tengah yang terus bertambah setiap harinya.

“Ini pemandangan sehari-hari di Takengon. Hampir semua punggungan gunung mengalami longsor,” tandasnya.

Baca Juga: Influencer King Abdi ungkap kondisi Aceh belum pulih, soroti postingan bencana Sumatera mulai sepi

Akibat kondisi jalan yang sulit, tak sedikit kendaraan pengangkut bantuan terjebak lumpur dan harus ditarik agar bisa melanjutkan perjalanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X