Operasi pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet resmi ditutup, Pemkot Magelang dukung pencarian mandiri

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 9 Januari 2026 | 17:22 WIB
Proses pencarian pendaki yang hilang di Gunung Slamet asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (Instagram/paicongalvaro17)
Proses pencarian pendaki yang hilang di Gunung Slamet asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (Instagram/paicongalvaro17)

Ia menegaskan bahwa ikhtiar dan doa tidak akan berhenti meski operasi resmi telah berakhir.

“Walau hasil belum berpihak, ikhtiar dan doa tidak pernah berhenti,” lanjutnya.

Baca Juga: Masuknya BYD dan VinFast ke Subang disorot, aktivis ingatkan risiko konflik horizontal

Dalam keterangan tersebut juga disampaikan bahwa pencarian mandiri dapat dilakukan dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pengelola basecamp Gunung Slamet.

“Untuk di atas tanggal 7 Januari, pemantauan dan penyisiran tetap boleh dilakukan selama dikomunikasikan dengan pihak basecamp,” sambungnya.

Pemkot Magelang beri dukungan logistik

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menyatakan tetap memberikan dukungan terhadap upaya pencarian lanjutan secara mandiri.

Dukungan tersebut berupa pemenuhan kebutuhan logistik sebagai bentuk empati kepada keluarga korban.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono dipolisikan buntut show Mens Rea, Aliansi Muda NU dan Muhammadiyah nilai materinya fitnah

“Walaupun tidak diminta, kami tetap membantu. Ini adalah wujud empati dan solidaritas kami kepada keluarga dan semua pihak yang masih berupaya mencari,” ujar Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, dikutip Jumat, 9 Januari 2026.

Diketahui, Ali merupakan putra dari salah satu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Magelang. Sang ayah juga sempat terlibat langsung dalam proses pencarian di Gunung Slamet.

Kronologi hilangnya pendaki asal Magelang

Syafiq Ridhan Ali Razan diketahui mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, pada 27 Desember 2025.

Baca Juga: Demi tak terisolir, warga Aceh Tengah gotong royong pikul sling 125 meter sejauh 3 kilometer

Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa menginap. Namun, di tengah perjalanan, Himawan mengalami cedera kaki dan Ali memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X