Rakit jadi satu-satunya akses, relawan bidan nyaris terseret arus Sungai Kala Ili Aceh Tengah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 5 Januari 2026 | 23:58 WIB
Relawan saat menyeberangi Sungai Kala Ili di Aceh Tengah hanya dengan rakit (Instagram/keber_gayo)
Relawan saat menyeberangi Sungai Kala Ili di Aceh Tengah hanya dengan rakit (Instagram/keber_gayo)

GENMILENIAL.ID — Putusnya jembatan dan akses darat pascabanjir bandang serta tanah longsor akhir November 2025 masih menyisakan persoalan serius di sejumlah wilayah Sumatera.

Salah satunya terjadi di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, di mana warga dan relawan terpaksa mempertaruhkan keselamatan demi menembus daerah terisolir.

Sebelum jembatan darurat rampung dibangun, Sungai Kala Ili hanya bisa diseberangi menggunakan rakit sederhana dari kayu yang diikat tali.

Baca Juga: Meski di wilayah kota, warga Aceh Tamiang mengaku krisis air minum pascabanjir

Arus sungai yang deras membuat aktivitas penyeberangan menjadi sangat berbahaya, terlebih bagi relawan kemanusiaan yang membawa bantuan dan layanan kesehatan.

Momen relawan bidan hampir hanyut di arus deras

Situasi menegangkan itu terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Dalam unggahan akun Instagram @keber_gayo pada Senin, 5 Januari 2026, terlihat beberapa relawan bidan nyaris terseret arus saat menyeberangi Sungai Kala Ili menggunakan rakit.

Rakit yang mereka tumpangi tampak oleng dan hampir tenggelam karena tak seimbang menghadapi derasnya aliran sungai.

Baca Juga: 'Saya mau pulang ke mana?' Pilu warga Pidie Jaya usai rumah hancur diterjang banjir dan bantuan hilang

Air bahkan sudah naik ke permukaan rakit, membuat posisi para relawan sangat rawan terjatuh.

“Masya Allah, hampir tenggelam di Sungai Kala Ili. Qodarullah Allah masih lindungi langkah kami,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Pemilik akun juga menyebut momen itu sebagai gambaran kecil dari perjuangan warga desa yang hingga kini masih bertahan di tengah keterbatasan akses.

“Ini adalah bagian kecil dari kami untuk orang-orang yang luar biasa yang mampu bertahan di desa yang masih jauh dari kata baik,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X