“Mulai dari dua hari lalu hingga 3 Januari 2026, masih ditemukan aktivitas keluarnya gas pada beberapa titik lokasi,” ujar Zulkifli, dikutip dari laman resmi Pemkab Nagan Raya, Minggu, 4 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut sejatinya telah dipantau sejak banjir bandang pertama terjadi di wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Dipasang garis polisi, warga diminta menjauh
Sebagai langkah antisipasi, lokasi munculnya gelembung gas kini telah dipasangi pembatas sementara berupa police line.
Aparatur desa bersama unsur terkait juga melakukan pemantauan rutin guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Pemkab Nagan Raya mengimbau warga agar tidak mendekati titik semburan gas, terlebih menyalakan api di sekitar lokasi tersebut.
Kajian lebih lanjut akan dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh untuk memastikan jenis gas, kandungannya, serta potensi risiko terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di sekitar lokasi, tidak mendekati titik keluarnya gas, serta mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan,” tegas Zulkifli.
Hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu hasil kajian teknis guna memastikan penyebab munculnya gas serta langkah penanganan lanjutan yang diperlukan.***
Artikel Terkait
Panik gempa susulan, status Gunung Burni Telong naik siaga, warga Bener Meriah pilih mengungsi
Negara tanggung biaya jembatan Bailey dan operasional TNI di kawasan bencana Sumatra
Influencer Sherly Annavita bongkar teror di rumahnya, mobil dicoret dan dilempar telur busuk
Diteror bangkai ayam hingga bom molotov, DJ Donny balik sentil pelaku dan dapat kritik pedas Ketua Ormas
Terisolir pascabanjir dan longsor, warga Dusun Lelabu Aceh Tengah mendayung sampan berjam-jam demi bertahan hidup
Banjir susulan terjang Sumatera Barat, Maninjau dan Kuranji kembali terendam di tengah peringatan cuaca BMKG
Warga Aceh Timur terpaksa sewa beko Rp600 ribu per jam untuk bersihkan lumpur sisa banjir bandang