Lumpur masih tutupi jalan perkampungan
Dalam video yang sama, terlihat kondisi perkampungan di Desa Blang Gleum, Kecamatan Julok, masih dipenuhi lumpur basah.
Air sisa banjir juga masih menggenang di beberapa titik, membuat jalanan licin dan sulit dilalui.
“Ini kondisi kampung kami setelah sebulan banjir. Ada perubahan sedikit, sebelumnya lumpur selutut, sekarang sudah dikeruk pakai beko,” ucap warga tersebut.
Kondisi ini menunjukkan proses pemulihan pascabencana di Aceh Timur masih berjalan lambat, terutama di wilayah pemukiman warga.
Ribuan warga masih mengungsi
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, hingga awal Januari 2026, sekitar 8.000 warga dari 22 kecamatan masih bertahan di posko pengungsian.
Pemkab Aceh Timur juga mencatat kerusakan rumah warga tergolong cukup parah, dengan rincian:
- 5.171 unit rumah rusak berat
- 5.294 unit rumah rusak sedang
- 1.426 unit rumah rusak ringan
Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah berencana membangun hunian sementara (huntara) bagi para penyintas banjir.
Pada tahap awal, sekitar 1.000 unit huntara ditargetkan segera dibangun untuk membantu warga terdampak.***
Artikel Terkait
Negara tanggung biaya jembatan Bailey dan operasional TNI di kawasan bencana Sumatra
Influencer Sherly Annavita bongkar teror di rumahnya, mobil dicoret dan dilempar telur busuk
Diteror bangkai ayam hingga bom molotov, DJ Donny balik sentil pelaku dan dapat kritik pedas Ketua Ormas
Terisolir pascabanjir dan longsor, warga Dusun Lelabu Aceh Tengah mendayung sampan berjam-jam demi bertahan hidup
Banjir susulan terjang Sumatera Barat, Maninjau dan Kuranji kembali terendam di tengah peringatan cuaca BMKG
Puluhan warga Aceh kompak derek mobil PLN di jalan berlumpur, gotong royong demi listrik kembali menyala
Viral ibu-ibu korban bencana Aceh bahagia pakai baju Persit dari donasi, senyum muncul di tengah fase pemulihan