Diteror bangkai ayam hingga bom molotov, DJ Donny balik sentil pelaku dan dapat kritik pedas Ketua Ormas

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 2 Januari 2026 | 16:39 WIB
Menyoroti kasus teror yang dialami influencer DJ Donny (kiri) hingga menuai kritik pedas dari pengacara Firdaus Oiwobo (kanan) (Instagram.com/@dj_donny - @m.firdausoiwobo_sh)
Menyoroti kasus teror yang dialami influencer DJ Donny (kiri) hingga menuai kritik pedas dari pengacara Firdaus Oiwobo (kanan) (Instagram.com/@dj_donny - @m.firdausoiwobo_sh)

Ia menegaskan, laporan dibuat karena ancaman tersebut tak hanya membahayakan dirinya, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.

“Pecahan kaca dan pecahan bom molotovnya masih ada di rumah saya. Belum saya apa-apain di TKP, makanya saya mau lapor dulu,” ujar Donny kepada awak media di Jakarta Selatan, 31 Desember 2025.

Baca Juga: Tak lagi sekadar OTT, Mahfud MD bongkar mandeknya kasus korupsi besar sepanjang 2025

Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya. Dalam laporannya, Donny turut melampirkan rekaman CCTV yang memperlihatkan dua pria melempar bom molotov ke rumahnya.

Kasus ini diselidiki dengan sangkaan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 serta Pasal 187, 335, dan 356 KUHP.

Teror kedua: Paket bangkai ayam dan ancaman

Bom molotov bukanlah teror pertama yang diterima DJ Donny. Dua hari sebelumnya, tepatnya Senin, 29 Desember 2025, ia dan keluarganya menerima paket berisi bangkai ayam tanpa kepala disertai pesan ancaman.

“Ayam dipotong kepalanya, ada tulisan ancaman ‘jaga ucapanmu di sosial media’, lalu ada foto saya, di bagian lehernya seperti diiris,” ungkap Donny.

Baca Juga: Hingga akhir 2025, BNPB salurkan Dana Tunggu Hunian Rp8,7 miliar ke 4.838 rekening warga terdampak bencana

Menurutnya, laporan ke polisi dilakukan karena ancaman tersebut sudah melewati batas dan berpotensi membahayakan banyak orang.

Dapat simpati, tapi juga kritik pedas

Meski banyak warganet menyatakan simpati, tidak sedikit pula yang meragukan kebenaran teror tersebut.

Salah satu kritik keras datang dari Firdaus Oiwobo, pengacara sekaligus Ketua Ormas Ternak Mulyono (Termul).

Melalui unggahan video di akun Instagram @m.firdausoiwobo_sh pada Kamis, 1 Januari 2026, Firdaus menuding aksi teror tersebut sebagai bentuk playing victim dan bahkan mencurigai adanya motif politik terselubung.

Baca Juga: Tak lagi wacana, program seragam sekolah gratis di Subang mulai dibagikan 13 Januari 2026

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X