Ia menegaskan, laporan dibuat karena ancaman tersebut tak hanya membahayakan dirinya, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.
“Pecahan kaca dan pecahan bom molotovnya masih ada di rumah saya. Belum saya apa-apain di TKP, makanya saya mau lapor dulu,” ujar Donny kepada awak media di Jakarta Selatan, 31 Desember 2025.
Baca Juga: Tak lagi sekadar OTT, Mahfud MD bongkar mandeknya kasus korupsi besar sepanjang 2025
Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya. Dalam laporannya, Donny turut melampirkan rekaman CCTV yang memperlihatkan dua pria melempar bom molotov ke rumahnya.
Kasus ini diselidiki dengan sangkaan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 serta Pasal 187, 335, dan 356 KUHP.
Teror kedua: Paket bangkai ayam dan ancaman
Bom molotov bukanlah teror pertama yang diterima DJ Donny. Dua hari sebelumnya, tepatnya Senin, 29 Desember 2025, ia dan keluarganya menerima paket berisi bangkai ayam tanpa kepala disertai pesan ancaman.
“Ayam dipotong kepalanya, ada tulisan ancaman ‘jaga ucapanmu di sosial media’, lalu ada foto saya, di bagian lehernya seperti diiris,” ungkap Donny.
Menurutnya, laporan ke polisi dilakukan karena ancaman tersebut sudah melewati batas dan berpotensi membahayakan banyak orang.
Dapat simpati, tapi juga kritik pedas
Meski banyak warganet menyatakan simpati, tidak sedikit pula yang meragukan kebenaran teror tersebut.
Salah satu kritik keras datang dari Firdaus Oiwobo, pengacara sekaligus Ketua Ormas Ternak Mulyono (Termul).
Melalui unggahan video di akun Instagram @m.firdausoiwobo_sh pada Kamis, 1 Januari 2026, Firdaus menuding aksi teror tersebut sebagai bentuk playing victim dan bahkan mencurigai adanya motif politik terselubung.
Baca Juga: Tak lagi wacana, program seragam sekolah gratis di Subang mulai dibagikan 13 Januari 2026
Artikel Terkait
Ingar perang tarif China vs AS, influencer Raymond Chin justru bongkar soal masalah impor di negeri Paman Sam
China blokir influencer tak bersertifikat, Helmy Yahya dan Inul dukung kebijakan ketat medsos
Analis: Prabowo harus lebih sering bicara lewat media, bukan influencer
Pakar komunikasi desak pemerintah rangkul media, bukan influencer, untuk jaga kepercayaan publik
Tinggalkan lokasi bencana di Aceh Tamiang, influencer Vilmei terisak dikuatkan warga: Jangan nangis, kami bahagia
Harga cabe anjlok pascabencana, influencer Amien Ashal borong dagangan pedagang di Takengon dengan harga Medan
Influencer Sherly Annavita bongkar teror di rumahnya, mobil dicoret dan dilempar telur busuk