GENMILENIAL.ID — Akses jalur darat masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 lalu.
Di Kabupaten Aceh Tengah, dampak bencana itu masih dirasakan nyata oleh warga, khususnya di Kecamatan Ketol.
Salah satu desa yang hingga kini belum bisa diakses melalui jalur darat adalah Desa Burlah.
Putusnya akses jalan akibat terjangan banjir dan longsor memaksa warga setempat bertahan hidup dengan cara seadanya, salah satunya menggunakan tali sling untuk mobilitas sehari-hari.
Baca Juga: Jalan berlumpur hambat pemulihan listrik, warga Arul Badak Aceh Tengah gotong royong tarik truk PLN
Tali sling jadi penopang aktivitas warga
Putus totalnya jalur darat membuat warga Desa Burlah harus mencari alternatif agar tetap bisa beraktivitas.
Tali sling dipasang melintang di atas sungai berarus deras sebagai satu-satunya sarana menyeberang keluar masuk desa.
Tali sling itu bukan hanya digunakan untuk perlintasan warga, tetapi juga menjadi alat utama mengangkut kebutuhan hidup, mulai dari bantuan logistik hingga hasil pertanian yang akan dijual ke luar desa.
Baca Juga: Arus balik Natal mulai terasa, lalu lintas Tol Cipali arah Jakarta naik 41 persen pada H plus 3
“Di sini, masyarakat bertahan hidup dengan menggunakan sling, untuk mengangkut logistik, membawa hasil tani baik itu cabai, durian,” tulis relawan sekaligus dokter, Ilham Syahputra, dalam unggahan akun Instagram @dr.ilhamsyhputra, Senin, 29 Desember 2025.
Ia juga menyoroti kondisi pascabencana yang dinilai masih sangat memprihatinkan.
“Kondisinya sangat kacau, bahkan untuk recovery butuh waktu lama, masalah kesehatan juga harus diperhatikan,” lanjutnya.
Dalam video yang diunggah, tampak kondisi Desa Burlah dipenuhi kayu gelondongan berbagai ukuran.
Artikel Terkait
Tak hanya fisik, mental penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang mulai lelah pascabencana
Momen haru warga Gayo berlarian beri durian untuk TNI usai drop bantuan logistik
Sebulan pascabanjir, akses Syiah Utama Bener Meriah masih terputus, jembatan darurat berbahaya untuk logistik
Sebulan berlalu, warga Aceh Tamiang ceritakan detik-detik 18 orang bertahan di atap rumah saat banjir datang
Banjir Sungai Ciasem kembali terulang, polisi tekankan respons cepat dan kewaspadaan warga bantaran sungai
Aki alat berat dicuri, warga Lapau Munggu terpaksa perkuat tanggul sungai secara manual
Menunggu bantuan air bersih, warga Tamiang Hulu bertahan gunakan air sisa banjir untuk kebutuhan sehari-hari