Permohonan terbuka kepada aparat dan Tim SAR
Dalam kondisi terdesak, warga pun melayangkan permohonan terbuka kepada instansi terkait agar segera turun tangan.
Mereka berharap ada evakuasi cepat sebelum banjir mencapai ketinggian yang membahayakan keselamatan jiwa.
“Tolong bapak ibu yang ada bantuannya dari Polres, TNI atau dari Basarnas boleh dibantu untuk kami di malam ini,” pintanya penuh harap.
Ketakutan terbesar warga adalah terjebak di dalam rumah saat air semakin tinggi, terutama bagi lansia, anak-anak, dan warga yang tidak memiliki alat transportasi untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga: Krisis air bersih, warga Desa Sekumur Aceh Tamiang terpaksa gunakan air banjir untuk memasak
“Kondisi air makin naik dan kami tidak tahu pergi ke mana. Tolong bapak ibu secepatnya membantu kami,” ungkapnya lagi.
Masih banyak warga belum mengungsi
Di akhir laporannya, pria tersebut mengungkapkan bahwa masih banyak warga Desa Bona Lumban yang belum sempat mengungsi dan kini terjebak di rumah masing-masing.
“Ada juga yang tidak mengungsi, masih terjebak di genangan air di rumah masing-masing,” pungkasnya.
Baca Juga: Cerita ayah di Garoga Tapsel, anaknya yang masih 2 tahun terseret banjir saat sedang menyusu ibunya
Kondisi di Desa Bona Lumban ini menjadi gambaran nyata betapa gentingnya situasi banjir malam hari, ketika keterbatasan cahaya dan akses membuat warga berada dalam posisi paling rentan.
Warga kini hanya bisa berharap bantuan segera datang sebelum situasi berubah menjadi tragedi yang lebih besar.***
Artikel Terkait
Kepolosan anak korban banjir Aceh Tamiang: Rumah hancur tinggal seng, tapi tetap mengaku sehat
Masjid Pesantren Darul Mukhlisin jadi ‘benteng’ tahan gelondongan kayu saat banjir bandang Aceh Tamiang
Hanya minta selimut dan pampers adik, bocah Aceh Tamiang ini ketuk hati relawan
Cerita ayah di Garoga Tapsel, anaknya yang masih 2 tahun terseret banjir saat sedang menyusu ibunya
Krisis air bersih, warga Desa Sekumur Aceh Tamiang terpaksa gunakan air banjir untuk memasak
Hanya minta sajadah untuk mama, bocah korban banjir Aceh Tamiang ini juga sedih lihat sekolahnya hancur
Kepolosan dua bocah di Tapanuli Tengah ceritakan rumah biru mereka hancur diterjang banjir