Air terus naik di tengah malam, warga Bona Lumban Tapteng memohon evakuasi: Kami tidak tahu pergi ke mana

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 23 Desember 2025 | 22:16 WIB
Tangkapan layar warga di desa Bona Lumban, Tapanuli Tengah, yang memohon bantuan karena banjir mulai menggenang dan menyebut warga masih terjebak di rumah (TikTok/zaits_bf)
Tangkapan layar warga di desa Bona Lumban, Tapanuli Tengah, yang memohon bantuan karena banjir mulai menggenang dan menyebut warga masih terjebak di rumah (TikTok/zaits_bf)

Baca Juga: Hanya minta sajadah untuk mama, bocah korban banjir Aceh Tamiang ini juga sedih lihat sekolahnya hancur

Permohonan terbuka kepada aparat dan Tim SAR

Dalam kondisi terdesak, warga pun melayangkan permohonan terbuka kepada instansi terkait agar segera turun tangan.

Mereka berharap ada evakuasi cepat sebelum banjir mencapai ketinggian yang membahayakan keselamatan jiwa.

“Tolong bapak ibu yang ada bantuannya dari Polres, TNI atau dari Basarnas boleh dibantu untuk kami di malam ini,” pintanya penuh harap.

Ketakutan terbesar warga adalah terjebak di dalam rumah saat air semakin tinggi, terutama bagi lansia, anak-anak, dan warga yang tidak memiliki alat transportasi untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga: Krisis air bersih, warga Desa Sekumur Aceh Tamiang terpaksa gunakan air banjir untuk memasak

“Kondisi air makin naik dan kami tidak tahu pergi ke mana. Tolong bapak ibu secepatnya membantu kami,” ungkapnya lagi.

Masih banyak warga belum mengungsi

Di akhir laporannya, pria tersebut mengungkapkan bahwa masih banyak warga Desa Bona Lumban yang belum sempat mengungsi dan kini terjebak di rumah masing-masing.

“Ada juga yang tidak mengungsi, masih terjebak di genangan air di rumah masing-masing,” pungkasnya.

Baca Juga: Cerita ayah di Garoga Tapsel, anaknya yang masih 2 tahun terseret banjir saat sedang menyusu ibunya

Kondisi di Desa Bona Lumban ini menjadi gambaran nyata betapa gentingnya situasi banjir malam hari, ketika keterbatasan cahaya dan akses membuat warga berada dalam posisi paling rentan.

Warga kini hanya bisa berharap bantuan segera datang sebelum situasi berubah menjadi tragedi yang lebih besar.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X