Sekolah hancur, masa depan terhenti
Tak hanya kehilangan rumah dan perlengkapan ibadah, bocah ini juga harus menerima kenyataan pahit lainnya. Tempat ia menimba ilmu kini tak lagi bisa digunakan.
Baca Juga: Hanya minta selimut dan pampers adik, bocah Aceh Tamiang ini ketuk hati relawan
Saat disinggung mengenai sekolahnya, bocah itu mengungkapkan kondisi yang dialaminya dengan kalimat singkat.
“Sekolahnya hancur," ujarnya.
Banjir bandang Aceh Tamiang dilaporkan merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah di wilayah terdampak.
Akibatnya, banyak anak terpaksa menghentikan sementara aktivitas belajar mereka karena gedung sekolah rusak parah atau terendam lumpur.
Kebutuhan batin anak-anak korban bencana
Kisah bocah Aceh Tamiang ini menjadi pengingat bahwa dampak bencana tidak hanya soal kerugian materi.
Baca Juga: Subang raih juara II PKK desa terbaik Jabar di Hari Ibu ke-97, bukti perempuan desa makin berdaya
Di balik rumah yang hancur dan fasilitas umum yang rusak, ada kebutuhan batin, spiritual, dan pendidikan anak-anak yang turut terenggut.
Permintaan sederhana akan sebuah sajadah dan kesedihan melihat sekolah yang hancur mencerminkan beban berat yang harus dipikul anak-anak korban bencana.
Di usia yang masih belia, mereka sudah dihadapkan pada kehilangan yang seharusnya belum mereka rasakan.
Di tengah upaya pemulihan pascabanjir Aceh Tamiang, kisah ini menjadi panggilan nurani agar bantuan yang disalurkan tidak hanya berfokus pada logistik dasar, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual dan pendidikan anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa.***
Artikel Terkait
Jalan kaki 9 jam demi sembako, kisah ibu di Tapanuli Tengah buka wajah buram distribusi bantuan bencana
Warga Desa Simaninggir Tapteng rela lewati jalanan hutan yang curam dan licin demi menjemput bantuan
Warga Aceh di tengah banjir tunjukkan solidaritas untuk Gaza, ungkap kesedihan yang lebih besar
Jembatan putus, Desa Sekumur Aceh Tamiang terisolasi: Warga tinggal di terpal dan butuh tenda layak
Momen anak-anak pengungsi Aceh ‘paksa’ relawan makan roti bareng: Kita makan bersama om
Krisis air bersih pascabanjir, warga Aceh Tamiang terpaksa gunakan air sumur keruh demi bertahan hidup
Perjuangan relawan tembus jalur putus di Bener Meriah demi antar logistik korban banjir: Sedih lihat warga jalan kaki cari makan