Teknologi tersebut nantinya akan terhubung langsung dengan ruang kerjanya sebagai kepala daerah.
Baca Juga: BIB Lembang perkuat ketahanan pangan lewat penanaman hijauan dan jagung di Paseh Subang
“Nanti 2026 akan saya pasang CCTV yang konek ke ruangan saya,” tegasnya.
Menurut Kang Rey, pengawasan berbasis teknologi penting untuk memastikan standar pelayanan berjalan konsisten di seluruh kecamatan.
Dengan pengawasan langsung, setiap keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti lebih cepat dan objektif.
Julukan tak dipersoalkan, hasil jadi ukuran
Dalam kesempatan yang sama, Kang Rey menanggapi santai berbagai julukan yang disematkan kepadanya, termasuk 'Bupati Beton' atau 'Bupati Cor'.
Ia menilai penilaian publik adalah hal wajar dalam dinamika demokrasi, selama kinerja pemerintah bisa diukur dan dirasakan manfaatnya.
“Mau disebut bupati beton, bupati cor, yang penting kerjaan saya betul-betul ingin melayani masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bukti, Kang Rey menyebut capaian pembangunan infrastruktur jalan yang terus dikebut.
Hingga akhir Desember 2025, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menargetkan penyelesaian 92 kilometer jalan kabupaten dalam kondisi baik.
“Seperti yang sudah diketahui, 92 kilometer jalan tuntas di akhir bulan ini,” pungkasnya.
Baca Juga: Stop pungli, adminduk kini selesai di kecamatan: Kang Rey dorong layanan bersih dan dekat ke warga
Kerja nyata jadi arah kebijakan daerah
Artikel Terkait
Lantik 5.931 PPPK paruh waktu, Bupati Subang tegaskan integritas aparatur dan percepatan reformasi pelayanan publik
Bupati Subang penuhi undangan klarifikasi, tegaskan isu setoran Rp50–100 juta adalah fitnah
Bupati Subang sindir pihak yang ‘meramaikan fitnah’, minta dukungan warga agar program pembangunan tidak terganggu
Sabet perak SEA Games, atlet menembak asal Subang Prabu Rakyan mantap daftar Akpol jalur prestasi 2026
Dinsos Subang tegaskan kolaborasi filantropi jadi kunci jawab masalah sosial daerah
Tekan alih fungsi lahan, Bupati Subang ikut Rakor Percepatan Tata Ruang Jawa Barat di Gedung Sate
BIB Lembang perkuat ketahanan pangan lewat penanaman hijauan dan jagung di Paseh Subang