JPP Promedia bahas kerangka nasional bantuan kemanusiaan, soroti pentingnya koordinasi bencana dan peran alutsista militer

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 18 Desember 2025 | 00:03 WIB
Co-Director of Cooperation and External Engagement, Head of Government Task Force Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), Aisha Rasyidila Kusumasomantri dalam forum JPP Promedia saat membahas National HA/DR capability framework (Dok. Promedia)
Co-Director of Cooperation and External Engagement, Head of Government Task Force Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), Aisha Rasyidila Kusumasomantri dalam forum JPP Promedia saat membahas National HA/DR capability framework (Dok. Promedia)

Ia menilai, keterlibatan militer sejatinya memiliki potensi besar, terutama dalam aspek logistik, mobilisasi, dan akses ke wilayah terdampak yang sulit dijangkau.

Baca Juga: Tak ada sinyal pascabencana, pria ini tempuh 66 kilometer jalan kaki dari Sibolga ke Tarutung demi kabarkan keluarga

Namun demikian, peran tersebut perlu diatur secara jelas dalam sebuah sistem nasional yang terpadu.

“Perlu kejelasan mengenai peran TNI, bagaimana pemanfaatan alutsista, dan bagaimana mekanisme penyaluran bantuan dilakukan. Semua itu harus berada dalam satu kerangka yang dibangun bersama,” tuturnya.

Tanpa aturan dan koordinasi yang solid, potensi dukungan militer dikhawatirkan tidak optimal dalam membantu penanganan krisis kemanusiaan.

Kritik kesiapan Indonesia hadapi bencana

Lebih jauh, Aisha menyampaikan kritik konstruktif terhadap kesiapan Indonesia dalam menghadapi bencana.

Baca Juga: Terisolasi pascabencana, warga Sibolga tempuh 5 jam susuri gunung demi jemput bantuan logistik

Menurutnya, meskipun Indonesia memiliki pengalaman panjang menghadapi bencana alam, sistem nasional yang ada belum sepenuhnya mencerminkan kesiapan tersebut.

“Indonesia tidak terlihat seperti negara yang siap, padahal sudah memiliki banyak pengalaman menghadapi bencana alam,” ungkapnya.

Ia mendorong agar pemerintah segera menyusun kerangka nasional penanganan bencana yang disesuaikan dengan kapasitas dan sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Dorong integrasi teknologi sipil dan militer

Sebagai penutup, Aisha menekankan pentingnya integrasi teknologi antara sektor sipil dan militer, mulai dari sensor cuaca, pemantauan gempa, hingga radar, untuk mendukung sistem peringatan dini dan respons bencana.

Baca Juga: Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Cibogo bina kebun jagung 10 hektar, panen ditargetkan Februari 2026

“Integrasi teknologi sipil dan militer sangat diperlukan agar penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” pungkasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X