GENMILENIAL.ID - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang menegaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap relawan dapur meski jumlah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berkurang.
MBG tak sekadar gizi, tetapi menggerakkan ekonomi
Dalam kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Program MBG di Cilacap, Nanik menjelaskan bahwa salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ini bukan hanya bertujuan memperbaiki gizi siswa, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Ia menegaskan bahwa setiap SPPG wajib menjaga keberlangsungan tenaga relawan.
“Ingat ya, setiap SPPG dilarang me-layoff para relawan, karena program MBG tidak hanya sekadar memberikan makanan bergizi kepada siswa, tapi juga menghidupkan perekonomian masyarakat,” ujar Nanik.
Ia menambahkan, setiap SPPG turut mempekerjakan 47 warga lokal, sehingga keberadaan program ini memberikan dampak langsung pada lapangan pekerjaan.
Solusi: Honor relawan bisa menggunakan mekanisme at cost
Meski ada pengurangan penerima manfaat yang harus ditanggung SPPG, Nanik menegaskan bahwa BGN telah menyiapkan solusi.
Ia menyebut bahwa honor relawan dapur dapat menggunakan mekanisme at cost, yakni penggantian biaya sesuai bukti pengeluaran yang sah seperti kuitansi atau faktur.
“Jumlah yang diganti adalah biaya riil yang sudah keluar, tidak termasuk margin keuntungan. Nanti ada pihak yang melakukan verifikasi,” jelasnya.
Alasan pengurangan penerima manfaat
Awalnya, SPPG bisa menyiapkan porsi lebih dari 3.500 penerima manfaat. Namun kini, setiap dapur hanya diperbolehkan menangani 2.500 orang, terdiri dari 2.000 siswa dan 500 ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD.
Artikel Terkait
Program MBG di Subang dorong ekonomi daerah Rp1,4 triliun, Wabup tekankan pemerataan dan standar higienis
Raker dengan DPR, BGN minta tambahan anggaran Rp28,63 triliun untuk program MBG hingga akhir 2025
Serapan anggaran program Makan Bergizi Gratis capai 61 persen, BGN prediksi butuh tambahan Rp29,5 triliun
10 Bulan berjalan, MBG sumbang 48 persen kasus keracunan pangan, Kepala BGN janji sinkronisasi data
Kepala BGN: MBG jadi investasi terbesar sambut Generasi Emas Indonesia 2045
Gibran promosikan MBG di G20 Johannesburg, sementara di dalam negeri kritik menu dan kelangkaan ahli gizi mencuat
Bos BGN hingga Wapres Gibran, klaim MBG sebagai program investasi SDM yang strategis