“Untuk Padang dan wilayah Sumbar lainnya, jumlah korban meningkat. Total ada 90 orang meninggal dunia, 85 hilang, dan 10 luka-luka,” ungkap Suharyanto.
Dengan demikian, total korban jiwa di tiga provinsi itu mencapai 303 orang, terdiri dari 166 korban di Sumut, 90 di Sumbar, dan 47 di Aceh.
Presiden Prabowo: Banyak akses terputus, evakuasi sangat sulit
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalam terkait bencana besar yang melanda Sumatera dan berdampak pada puluhan kabupaten dan kota.
Dalam sebuah pidato pada peringatan Hari Guru Nasional, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah telah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian, baik melalui jalur darat maupun udara.
“Tetapi memang kondisinya sangat berat. Banyak akses yang terputus dan cuaca juga tidak memungkinkan,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa beberapa helikopter dan pesawat kesulitan mendarat karena medan yang tertutup material longsor.
Pemerintah telah mengerahkan tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A-400 untuk mempercepat penyaluran bantuan.
Prabowo memastikan bahwa distribusi bantuan akan terus dilakukan dan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.***
Artikel Terkait
Pemerintah kerahkan 4 pesawat dan bantuan besar untuk tanggapi banjir–longsor di Sumatera
Akses banyak terputus, pemerintah siapkan pengiriman bantuan lewat udara untuk bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Presiden Prabowo tegaskan bantuan untuk banjir Sumut, Sumbar, dan Aceh terus dikirim, kendala cuaca jadi tantangan utama
BNPB ungkap 116 korban meninggal akibat banjir bandang Sumatera, Tapanuli Tengah jadi daerah paling parah
TNI kirim 76.500 ton bantuan untuk Sumut dan Aceh, fokus daerah terisolasi hingga penguatan layanan kesehatan
Tragedi banjir bandang di Kabupaten Agam telan 74 korban jiwa, 2.500 warga mengungsi
Medan tetapkan status tanggap darurat banjir hingga 11 Desember, 1.829 warga mengungsi