Gibran promosikan MBG di G20 Johannesburg, sementara di dalam negeri kritik menu dan kelangkaan ahli gizi mencuat

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 27 November 2025 | 03:44 WIB
Menyoroti pernyataan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka terkait program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) (Instagram.com/@gibran_rakabuming)
Menyoroti pernyataan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka terkait program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) (Instagram.com/@gibran_rakabuming)

Baca Juga: MUI sarankan pemerintah bentuk Koperasi Merah Putih berbasis syariah, singgung kebutuhan publik hingga pajak berkeadilan

“Tidak layak, ini tidak layak,” tambahnya.

Ape meminta Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mengevaluasi standar penyajian agar lebih layak konsumsi.

BGN sebut banyak dapur MBG tersendat karena kelangkaan ahli gizi

Sementara itu, masalah lain muncul dari sisi teknis pelaksanaan program.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap bahwa kelangkaan tenaga ahli gizi kini menjadi kendala serius yang membuat sejumlah dapur MBG tidak dapat beroperasi penuh.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan kondisi tersebut dalam rapat bersama DPP Persagi pada Jumat, 21 November 2025.

Baca Juga: Demo buruh 24 November 2025 batal, KSPI ancang-ancang demo baru hingga mogok nasional jika UMP 2026 tak sesuai harapan

“Saat ini terjadi kelangkaan ahli gizi. Banyak dapur MBG tidak bisa beroperasi karena salah satu syarat SPPG adalah harus memiliki ahli gizi,” tegasnya.

Ia meminta Kemenkes, BGN, dan Persagi duduk bersama untuk menata alokasi tenaga profesional, sembari memastikan seluruh ahli gizi nantinya berstatus pegawai negeri sipil.

“Kami bantu prosesnya, tapi mereka harus bekerja dengan baik dan tidak sering pindah,” jelas Nanik.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X