Untuk mengurangi risiko, tim gabungan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) serta membuat jalur pembuangan air agar area material longsor tidak semakin jenuh.
Baca Juga: PSSI tunjuk Nova Arianto jadi pelatih Timnas U-20, begini rekam jejak dan rencana besarnya
Sebanyak 12 excavator dan 12 alkon juga dikerahkan membuka jalur evakuasi.
Cerita pilu penyintas: Gemuruh besar dan pelarian ke hutan
Di tengah upaya penyelamatan, muncul kisah-kisah memilukan dari para penyintas. Salah satunya disampaikan Sumarti, warga Pandanarum yang berhasil selamat.
“Waktu kejadian itu terdengar suara gemuruh. Beberapa warga memastikan kondisi daerah atas. Tapi ternyata longsor itu membesar, saya pun lari menyelamatkan diri,” ujarnya di posko pengungsian, Senin, 17 November 2025 malam.
Sumarti menuturkan warga awalnya berlari ke area makam dusun, namun kondisi makin berbahaya sehingga mereka terpaksa melanjutkan pelarian ke hutan.
“Setelah sampai di hutan, kami dijemput petugas. Lalu dibawa ke puskesmas dan kemudian ke posko,” kisahnya.
Ancaman hujan lebat, warga diminta tetap waspada
BNPB mengimbau warga di sekitar lokasi bencana untuk tetap waspada mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi.
Risiko longsor susulan, kontur tanah yang labil, serta aliran mata air disebut menjadi ancaman paling serius dalam beberapa hari ke depan.
Proses pencarian masih terus berlangsung hingga hari ini.***
Artikel Terkait
Longsor di Cibeunying makan korban, BNPB pastikan 47 warga terdampak
Fakta longsor Cilacap: 16 Rumah tertimbun, 2 warga tewas, 21 masih hilang
Hari ke-4 pencarian longsor Cilacap: 1 Korban ditemukan, 11 orang diduga masih tertimbun material
BNPB–BMKG siapkan rekayasa cuaca, evakuasi longsor cilacap dikebut
Detik-detik longsor Banjarnegara: Warga berlarian, BPBD ungkap kondisi terkini
7 Korban longsor Cilacap masih hilang, BNPB: Relokasi dipercepat dan TNI-Polri siap bangun hunian sementara
Longsor Majenang: Total 18 korban tewas, SAR fokus cari 5 korban di hari terakhir operasi