Soal ledakan SMAN 72 Jakarta, Kapolri tak menampik terduga pelaku merupakan pelajar

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 9 November 2025 | 22:20 WIB
Keterangan pers Kapolri Jenderal Listyo Sigit soal insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Keterangan pers Kapolri Jenderal Listyo Sigit soal insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Terkait dengan penemuan sejumlah senjata di lokasi, Listyo memastikan bahwa senjata tersebut adalah mainan, meski sempat menimbulkan dugaan terkait unsur terorisme.

“Kita temukan jenis senjatanya mainan, ada tulisan-tulisan tertentu yang juga sedang kita dalami untuk mengetahui motif pelaku,” terang Kapolri.

Baca Juga: Gus Dur diusulkan jadi pahlawan nasional, Cak Imin: Demokrasi Indonesia tumbuh dari nilai pesantren

Ia menambahkan, semua hasil penyelidikan, termasuk proses perakitan dan kronologi kejadian, akan dipublikasikan setelah pemeriksaan selesai.

Presiden Prabowo sudah tahu soal insiden ledakan

Dalam kesempatan yang sama, Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan lengkap mengenai insiden ledakan tersebut.

“Presiden sudah tahu. Tentu ini jadi keprihatinan kita bersama karena kembali terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucap Prasetyo.

Ia menambahkan, Presiden menekankan pentingnya kewaspadaan dan kepedulian sosial, terutama di lingkungan sekolah dan tempat ibadah.

Baca Juga: Asia–Pacific Conference for Palestine 2025 kukuhkan Indonesia sebagai pusat solidaritas global bela Palestina

“Beliau berpesan agar kita semua makin peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan. Waspada, baik di lingkungan rumah maupun sekolah,” jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta tanggung biaya korban ledakan

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa Pemprov DKI akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban ledakan, baik yang dirawat di RS Islam Cempaka Putih maupun di RS Yarsi.

“Pemerintah DKI akan hadir untuk semua hal yang berkaitan dengan tanggungan di rumah sakit. Sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab Pemprov DKI,” kata Pramono.

Baca Juga: Kang Rey beberkan progres jalan Subang: Anggaran naik 3 kali lipat, 80 km sudah diperbaiki

Kepolisian juga telah membuka dua posko penanganan korban untuk memudahkan keluarga mencari informasi dan mendampingi proses perawatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X