KPK bongkar modus pemerasan Gubernur Riau: Uang setoran diduga untuk plesiran ke tiga negara

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 6 November 2025 | 18:09 WIB
Menyoroti fakta-fakta di balik skandal korupsi Gubernur Riau, Abdul Wahid di proyek anggaran Dinas PUPR (YouTube.com/KPK RI)
Menyoroti fakta-fakta di balik skandal korupsi Gubernur Riau, Abdul Wahid di proyek anggaran Dinas PUPR (YouTube.com/KPK RI)

Sekdis dipulangkan, tapi perannya sentral

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan bahwa Ferry Yunanda sempat diamankan namun akhirnya dipulangkan karena masih berstatus saksi.

“Kami hanya punya waktu 1x24 jam untuk menentukan statusnya. Kalau belum cukup alat bukti, tidak bisa sembarangan menetapkan seseorang sebagai tersangka,” jelas Asep.

Baca Juga: KPK pastikan penyelidikan kasus Whoosh tetap berlanjut meski Prabowo janji tanggung jawab penuh

Meski demikian, Ferry disebut memiliki peran sentral karena menjadi penghubung antara enam kepala UPT dengan kepala dinas dan Gubernur Abdul Wahid dalam urusan setoran fee proyek.

Uang setoran diduga untuk biaya plesiran

KPK juga menemukan barang bukti uang tunai Rp1,6 miliar dalam tiga mata uang, rupiah, dolar AS, dan poundsterling.

Uang tersebut diduga terkait dengan rencana perjalanan Abdul Wahid ke tiga negara.

“Ada beberapa keperluan ke luar negeri, ke Inggris, ke Brasil, dan terakhir ke Malaysia. Itulah mengapa kami temukan uang dalam tiga mata uang,” ungkap Asep.

Baca Juga: Zohran Mamdani menang pemilihan Wali Kota New York, sindir balik Trump soal politik gelap Amerika

Asep menegaskan, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan, apalagi ketika Pemprov Riau tengah menghadapi defisit anggaran.

“Seharusnya tidak membebani bawahan dengan alasan pribadi seperti itu,” tambahnya.

Sempat sembunyi di kafe

Drama penangkapan Abdul Wahid juga sempat diwarnai kejadian unik. Saat tim KPK tiba di Riau, sang gubernur diketahui sempat bersembunyi di sebuah kafe yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.

“Kami menduga sudah janjian (dengan pihak tertentu), tapi karena waktunya molor, dia curiga dan bersembunyi di kafe,” kata Asep.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X