Sekdis dipulangkan, tapi perannya sentral
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan bahwa Ferry Yunanda sempat diamankan namun akhirnya dipulangkan karena masih berstatus saksi.
“Kami hanya punya waktu 1x24 jam untuk menentukan statusnya. Kalau belum cukup alat bukti, tidak bisa sembarangan menetapkan seseorang sebagai tersangka,” jelas Asep.
Baca Juga: KPK pastikan penyelidikan kasus Whoosh tetap berlanjut meski Prabowo janji tanggung jawab penuh
Meski demikian, Ferry disebut memiliki peran sentral karena menjadi penghubung antara enam kepala UPT dengan kepala dinas dan Gubernur Abdul Wahid dalam urusan setoran fee proyek.
Uang setoran diduga untuk biaya plesiran
KPK juga menemukan barang bukti uang tunai Rp1,6 miliar dalam tiga mata uang, rupiah, dolar AS, dan poundsterling.
Uang tersebut diduga terkait dengan rencana perjalanan Abdul Wahid ke tiga negara.
“Ada beberapa keperluan ke luar negeri, ke Inggris, ke Brasil, dan terakhir ke Malaysia. Itulah mengapa kami temukan uang dalam tiga mata uang,” ungkap Asep.
Baca Juga: Zohran Mamdani menang pemilihan Wali Kota New York, sindir balik Trump soal politik gelap Amerika
Asep menegaskan, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan, apalagi ketika Pemprov Riau tengah menghadapi defisit anggaran.
“Seharusnya tidak membebani bawahan dengan alasan pribadi seperti itu,” tambahnya.
Sempat sembunyi di kafe
Drama penangkapan Abdul Wahid juga sempat diwarnai kejadian unik. Saat tim KPK tiba di Riau, sang gubernur diketahui sempat bersembunyi di sebuah kafe yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.
“Kami menduga sudah janjian (dengan pihak tertentu), tapi karena waktunya molor, dia curiga dan bersembunyi di kafe,” kata Asep.
Artikel Terkait
Pj Gubernur Riau bangga dan dukung penuh perayaan HPN 2025 di Riau
Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 900 kg, dipelihara polisi peternak di Riau
Mahfud MD soroti proyek Whoosh Rp116 triliun: KPK bisa panggil Jokowi untuk dimintai keterangan
OTT KPK di Riau: 10 Orang diamankan termasuk penyelenggara negara, dugaan korupsi di Dinas PUPR
OTT Gubernur Riau, Puan Maharani minta pejabat daerah introspeksi: Jangan lagi terulang
KPK tetapkan Gubernur Riau tersangka suap proyek infrastruktur, barang bukti Rp1,6 miliar dari 3 mata uang
KPK pastikan penyelidikan kasus Whoosh tetap berlanjut meski Prabowo janji tanggung jawab penuh