Dalam Kongres III Projo sehari sebelumnya, Sabtu, 1 November 2025, Budi menegaskan arah politiknya kini sejalan dengan semangat pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Ya, secepatnya (gabung Gerindra),” ujarnya.
Budi menilai, bergabungnya dirinya ke Gerindra merupakan bentuk dukungan terhadap stabilitas politik dan kesinambungan kepemimpinan nasional.
“Kita akan memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo,” tegas mantan Menteri Koperasi dan UKM itu.
Ia juga memastikan langkah tersebut merupakan pilihan sadar untuk memperkuat barisan pemerintahan, bukan manuver politik pribadi.
Sinyal awal dari panggung PSI
Rencana kedekatan Budi Arie dengan Gerindra sebenarnya sudah terendus sejak Juli 2025 lalu.
Dalam Kongres PSI di Solo, Presiden Prabowo sempat melontarkan candaan yang kini terbukti bernada serius.
“Menteri Koperasi, Saudara Budi Arie Setiadi. Ini masuk PSI kau? Bukan? PSI atau Gerindra kau?” canda Prabowo kala itu.
Tak lama kemudian, Budi sempat merespons ringan saat ditanya wartawan di Kompleks Istana pada 6 Agustus 2025.
“Ikut perintah Presiden, ikut presiden,” ujarnya.
Kini, keputusan Budi Arie menjadi babak baru perjalanan politik Projo, organisasi yang dulu dikenal sebagai simbol dukungan Jokowi dan kini menegaskan komitmennya untuk tetap berada di lingkar kekuasaan, meski di bawah kepemimpinan presiden yang berbeda.***
Artikel Terkait
Projo Subang deklarasikan dukungan pada H. Ruhimat dan Niko Rinaldo di Pilkada Subang 2024
Nama Budi Arie disebut dalam sidang mafia judi online, ormas Projo: Jangan framing jahat
PDIP laporkan Menteri Koperasi Budi Arie atas dugaan pencemaran nama baik
Puan Maharani desak Menkop Budi Arie klarifikasi tuduhan terhadap PDIP soal judi online
Kader PDIP laporkan Menkop Budi Arie soal fitnah judi online, diperiksa 29 pertanyaan di Bareskrim
Budi Arie tanggapi kelakar Prabowo soal PSI atau Gerindra: Kami tegak lurus ke Presiden
Jokowi respons singkat soal Budi Arie kena reshuffle, janji segera bertemu