Mendagri Tito minta pemda efisiensikan belanja: Jangan lihat angka, tapi lihat efektivitas

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:16 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah melakukan efisiensi pengelolaan keuangan (jogja.polri.go.id)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah melakukan efisiensi pengelolaan keuangan (jogja.polri.go.id)

Ia menilai, pola lama yang berorientasi pada rutinitas birokrasi harus segera diubah menjadi pengelolaan anggaran yang adaptif terhadap situasi fiskal saat ini.

“Nah ini teman-teman dari daerah, tolong jangan berpikir yang lama digunakan untuk situasi baru,” kata Tito.

Fokus ke program pro rakyat

Lebih lanjut, Tito meminta kepala daerah agar lebih memprioritaskan anggaran untuk program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Ia mencontohkan daerah yang berhasil menghemat anggaran besar melalui efisiensi birokrasi.

Baca Juga: Pemerintah siapkan 240 ribu hektare lahan untuk bahan baku etanol, targetkan perluasan hingga 1 juta hektare

“Untuk perencanaan tahun 2026, selain efisiensi belanja jangan gunakan template lama. Ada daerah-daerah yang sukses melakukan itu. Kabupaten Lahat misalnya, bisa menghemat Rp425 miliar dari belanja birokrasi,” ujarnya.

Tito menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya sudah memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa, terutama saat pandemi COVID-19.

“Kita juga pernah ngalamin dua kali paling tidak, pada waktu COVID semua daerah semua pendapatan negara berkurang. Semua dirasionalisasi, bahasa lapangannya dipotong, tapi kita bisa survive,” pungkasnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X